Gaya Hidup – Banyak orang langsung mengaitkan penggunaan pendingin ruangan atau air conditioner (AC) dengan munculnya keluhan tubuh seperti leher kaku, punggung pegal, nyeri sendi, hingga rasa tidak nyaman setelah bekerja lama di ruangan tertutup. Namun, dokter ortopedi menilai anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Sebaliknya, kebiasaan duduk terlalu lama dan minim gerak lebih sering menjadi penyebab utama munculnya keluhan tersebut.

Melansir laporan Hindustan Times, Ketua sekaligus ahli bedah ortopedi di Welcare Hospital, Dr. Bharat S. Mody, menegaskan bahwa AC tidak secara langsung memicu penyakit pada tulang maupun sendi. Selain itu, ia menolak anggapan bahwa udara dingin dapat menyebabkan radang sendi atau kerusakan tulang.

Aktivitas Duduk Lama Lebih Berbahaya daripada AC

Dr. Mody menjelaskan bahwa banyak orang menghabiskan delapan hingga sepuluh jam setiap hari di ruangan ber-AC dengan posisi duduk yang tidak ideal. Kondisi ini menciptakan tekanan pada otot dan sendi, lalu memicu rasa kaku serta nyeri.

Selain itu, tubuh yang jarang bergerak membuat aliran darah melambat, otot menjadi tegang, dan fleksibilitas menurun. Karena itu, keluhan seperti pegal di leher, punggung, dan bahu lebih berkaitan dengan gaya hidup sedentari daripada suhu ruangan.

Dengan kata lain, AC hanya menjadi latar, sedangkan kebiasaan duduk lama menjadi pemicu utama masalah fisik.

Udara Dingin Memengaruhi Tubuh Secara Sementara

Walaupun AC bukan penyebab penyakit, suhu dingin tetap memberi efek sementara pada tubuh. Dr. Mody menjelaskan bahwa udara dingin membuat otot menegang lebih cepat dan menurunkan fleksibilitas tubuh.

Selain itu, suhu rendah juga memperlambat sirkulasi darah sehingga tubuh terasa lebih kaku. Efek ini biasanya lebih kuat pada orang yang sudah memiliki gangguan sendi atau riwayat nyeri kronis.

Sebagai contoh, penderita osteoartritis, spondilosis servikal, frozen shoulder, atau nyeri punggung bawah sering merasakan ketidaknyamanan lebih besar saat berada di ruangan dingin.

Lansia dan Pekerja Kantoran Lebih Rentan

Kelompok lansia sering mengalami keluhan sendi saat berada di ruangan ber-AC. Mereka memiliki massa otot yang lebih rendah dan aliran darah yang lebih lambat di bandingkan usia muda. Selain itu, proses degeneratif pada sendi juga membuat tubuh lebih sensitif terhadap perubahan suhu.

Sementara itu, pekerja kantoran juga menghadapi risiko yang sama karena mereka duduk terlalu lama di depan komputer tanpa jeda gerak yang cukup. Kombinasi antara posisi duduk buruk dan kurang aktivitas fisik memperburuk kondisi otot dan sendi.

Gaya Hidup Berkerja

Gaya Hidup Berkerja.

AC Tidak Merusak Tulang

Dr. Mody menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan AC dapat menyebabkan osteoporosis atau melemahkan struktur tulang. Ia menolak anggapan yang menghubungkan pendingin ruangan dengan kerusakan tulang jangka panjang.

Sebaliknya, ia menyoroti faktor lain yang jauh lebih berpengaruh, seperti kurangnya aktivitas fisik, minim paparan sinar matahari, dan kurangnya asupan cairan tubuh.

Peran Vitamin D dalam Kesehatan Otot dan Tulang

Selain aktivitas fisik, vitamin D juga memegang peran penting dalam menjaga kekuatan tulang. Dr. Mody menjelaskan bahwa banyak orang yang tinggal di perkotaan mengalami kekurangan vitamin D karena mereka lebih sering berada di dalam ruangan.

Selain itu, mereka juga jarang terpapar sinar matahari yang membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Kondisi ini mengganggu penyerapan kalsium, sehingga tulang menjadi lebih lemah.

Akibatnya, seseorang bisa mengalami gejala seperti nyeri tulang, kelemahan otot, mudah lelah, hingga risiko patah tulang yang lebih tinggi jika kondisi ini berlangsung lama.

Gejala yang Perlu Diperhatikan Sejak Awal

Dr. Mody meminta masyarakat untuk memperhatikan tanda-tanda awal gangguan otot dan sendi. Gejala seperti leher kaku yang sering muncul, nyeri punggung setelah duduk lama, bahu tegang, atau kesemutan pada tangan tidak boleh diabaikan.

Selain itu, rasa pegal saat bangun tidur dan kelelahan berkepanjangan juga dapat menunjukkan masalah pada postur tubuh atau kekurangan nutrisi penting seperti vitamin D. Jika gejala ini muncul terus-menerus, seseorang perlu melakukan evaluasi kesehatan lebih lanjut.

Langkah Sederhana untuk Mencegah Keluhan

Dr. Mody menyarankan beberapa langkah praktis untuk menjaga kesehatan tubuh bagi orang yang sering bekerja di ruangan ber-AC. Pertama, atur suhu AC pada kisaran 24 hingga 26 derajat Celsius agar tubuh tidak terlalu terpapar dingin ekstrem.

Selain itu, hindari paparan langsung angin AC ke tubuh karena dapat mempercepat kekakuan otot. Selanjutnya, bangun kebiasaan untuk berdiri atau berjalan setiap 30 hingga 45 menit agar sirkulasi darah tetap lancar.

Tidak hanya itu, gunakan kursi yang mendukung postur tubuh dengan baik agar punggung tetap sejajar. Tambahkan juga rutinitas olahraga ringan seperti stretching, berjalan kaki, atau latihan kekuatan untuk menjaga fleksibilitas tubuh.

Terakhir, pastikan tubuh mendapatkan cukup air setiap hari dan sempatkan waktu untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi agar kadar vitamin D tetap optimal.

Kesimpulan: Gaya Hidup Lebih Berpengaruh daripada AC

Secara keseluruhan, dokter ortopedi menegaskan bahwa AC tidak menjadi penyebab utama nyeri sendi atau gangguan tulang. Sebaliknya, gaya hidup sedentari, postur duduk yang buruk, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor yang jauh lebih berpengaruh.

Oleh karena itu, perubahan kebiasaan sederhana seperti lebih sering bergerak, memperbaiki postur, dan menjaga asupan nutrisi dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan otot dan sendi dalam jangka panjang.