BPJS – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong langkah besar dalam memperluas perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal. Pemprov menargetkan 10 juta pekerja rentan masuk dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai strategi untuk menekan kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.
Program ini menyasar kelompok pekerja yang selama ini belum memiliki perlindungan formal, seperti pedagang kecil, buruh harian, pekerja lepas, hingga pekerja mandiri di berbagai sektor. Pemerintah daerah melihat kelompok ini sebagai bagian penting dari struktur ekonomi, namun mereka sering menghadapi risiko kerja tanpa jaminan perlindungan yang memadai.
Fokus Perlindungan untuk Pekerja Non-Formal
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memperluas perlindungan kepada kelompok pekerja yang belum terikat kewajiban hukum dalam sistem jaminan ketenagakerjaan. Ia menilai jaminan kesehatan sudah memiliki dasar hukum yang kuat, sementara jaminan ketenagakerjaan masih membutuhkan dorongan kebijakan daerah agar cakupannya semakin luas.
Menurutnya, pekerja informal sering menghadapi risiko besar dalam aktivitas harian, mulai dari kecelakaan kerja hingga kehilangan penghasilan. Karena itu, pemerintah daerah menilai perlindungan sosial perlu hadir lebih dekat dengan kelompok masyarakat tersebut.
Ia juga menekankan bahwa perlindungan ini tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga memberikan rasa aman bagi keluarga pekerja ketika terjadi risiko tak terduga.
Strategi Bertahap Menuju Target 10 Juta Peserta
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyusun strategi bertahap untuk mencapai target 10 juta peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah daerah meningkatkan alokasi anggaran perlindungan sosial secara perlahan sesuai kemampuan fiskal.
Pemprov Jawa Barat membangun kerja sama lintas sektor mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kota, hingga desa. Setiap tingkatan pemerintahan ikut berperan dalam pendataan dan perluasan kepesertaan.
Pada tahap awal, pemerintah menargetkan penambahan sekitar satu juta peserta baru. Setelah itu, jumlah tersebut akan meningkat menjadi dua hingga tiga juta peserta dalam periode berikutnya. Pemerintah daerah terus memperluas cakupan hingga mencapai target jangka panjang 10 juta pekerja terlindungi.
Dedi Mulyadi menyampaikan keyakinannya bahwa langkah bertahap ini akan memperkuat sistem perlindungan sosial di Jawa Barat dan memberi dampak langsung kepada masyarakat.

Gubernur Jabar menyerahkan secara simbolis tanggungan biaya perawatan warga yang kecelakaan dengan kontainer sebesar Rp442 juta di Gedung Pakuan Bandung, Kamis (19/6/2026).
Perlindungan Sosial sebagai Instrumen Pengentasan Kemiskinan
Pemprov Jawa Barat menempatkan BPJS Ketenagakerjaan sebagai salah satu instrumen utama dalam mengurangi kemiskinan ekstrem. Pemerintah daerah melihat bahwa perlindungan terhadap risiko kerja dapat menjaga stabilitas ekonomi keluarga pekerja.
Ketika pekerja mengalami kecelakaan atau meninggal dunia, keluarga sering kehilangan sumber pendapatan utama. Program jaminan sosial hadir untuk menjaga agar kondisi ekonomi keluarga tidak langsung jatuh ke dalam kemiskinan.
Dedi Mulyadi menilai bahwa semakin banyak pekerja informal yang mendapatkan perlindungan, semakin kuat pula ketahanan ekonomi masyarakat Jawa Barat dalam menghadapi tekanan ekonomi.
Penyaluran Manfaat dan Dampak Nyata di Lapangan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama BPJS Ketenagakerjaan juga menyalurkan manfaat jaminan sosial kepada ribuan peserta di Gedung Pakuan, Bandung. Total nilai manfaat mencapai sekitar Rp49,3 miliar dan diterima oleh 1.515 peserta.
Penyaluran tersebut mencakup santunan kecelakaan kerja, manfaat kematian, dan berbagai bentuk perlindungan lainnya. Program ini menunjukkan bahwa sistem jaminan sosial bekerja langsung di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah juga mencatat sejumlah kasus nyata yang menunjukkan dampak program ini. Seorang pekerja bangunan yang meninggal akibat kecelakaan kerja meninggalkan keluarga yang menerima santunan sekitar Rp42 juta. Dana tersebut membantu keluarga bertahan setelah kehilangan pencari nafkah.
Kasus lain menunjukkan seorang pekerja yang mengalami kecelakaan berat setelah tertabrak truk kontainer. Program jaminan sosial menanggung seluruh biaya perawatan sehingga keluarga tidak menghadapi beban biaya medis yang besar.
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat
Program perluasan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan perlindungan finansial, tetapi juga mendorong stabilitas sosial di masyarakat. Pekerja yang terlindungi dapat bekerja dengan rasa aman karena risiko kerja mendapat jaminan.
Selain itu, program ini juga memperkuat daya tahan ekonomi keluarga pekerja informal yang sering menghadapi ketidakpastian pendapatan. Ketika risiko kerja muncul, sistem perlindungan sosial membantu menjaga keseimbangan ekonomi rumah tangga.
Kesimpulan
Langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi pekerja informal. Target 10 juta peserta menjadi bagian dari strategi besar untuk menekan kemiskinan ekstrem dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Melalui kerja sama lintas pemerintahan dan peningkatan anggaran bertahap, Jawa Barat berupaya membangun sistem perlindungan sosial yang lebih inklusif. Program ini tidak hanya menghadirkan bantuan finansial saat risiko terjadi, tetapi juga memperkuat rasa aman bagi jutaan pekerja di sektor informal.