CATL – Perusahaan produsen baterai terbesar asal China, CATL, terus memperluas pengaruhnya di industri energi global melalui pengembangan teknologi baterai ion sodium. Langkah terbaru di wujudkan dengan menjalin kerja sama strategis di Eropa untuk menghadirkan sistem penyimpanan energi CATL Tener Sodium berkapasitas hingga 5 GWh. Proyek ini menjadi salah satu implementasi besar teknologi ion sodium di kawasan tersebut dan di jadwalkan mulai di realisasikan pada awal 2027.

Ekspansi ini menunjukkan semakin besarnya perhatian industri terhadap teknologi penyimpanan energi alternatif yang di nilai mampu melengkapi bahkan mengurangi ketergantungan pada baterai lithium-ion. Selain menawarkan usia pakai yang panjang, teknologi ion sodium juga di rancang untuk memberikan efisiensi operasional, keamanan yang lebih baik, serta kemampuan bekerja pada berbagai kondisi lingkungan.

Kerja Sama Strategis CATL untuk Pengembangan Energi di Eropa

Kemitraan antara CATL dan perusahaan energi di Eropa bukanlah kerja sama yang baru di mulai. Proses pembahasan telah berlangsung sejak 2023 dengan fokus awal pada pengembangan sistem penyimpanan energi berbasis baterai lithium-ion.

Seiring berkembangnya kebutuhan pasar terhadap teknologi penyimpanan energi yang lebih beragam. Kedua perusahaan memutuskan memperluas ruang lingkup kolaborasi dengan mengembangkan solusi berbasis ion sodium. Langkah tersebut meliputi pengembangan material baterai, penyempurnaan struktur sel, hingga peningkatan kapasitas penyimpanan energi agar mampu memenuhi kebutuhan sistem kelistrikan modern.

Implementasi proyek berskala 5 GWh ini di pandang sebagai salah satu tonggak penting dalam transformasi sektor energi di Eropa. Kehadiran teknologi baru tersebut di harapkan mampu memperkuat infrastruktur penyimpanan energi. Khususnya dalam mendukung pemanfaatan sumber energi terbarukan yang terus berkembang.

CEO Alfen, Michael Colijn, menyampaikan bahwa pengembangan baterai ion sodium merupakan strategi penting untuk menghadirkan solusi penyimpanan energi yang lebih fleksibel sekaligus memiliki ketahanan operasional tinggi.

Di sisi lain, jajaran pimpinan CATL menilai kolaborasi tersebut akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pelanggan di Eropa. Melalui teknologi yang menawarkan siklus penggunaan lebih panjang dan efisiensi yang lebih baik.

Keunggulan Teknologi CATL Tener Sodium

CATL pertama kali memperkenalkan sistem penyimpanan energi Tener Sodium di Munich, Jerman, pada Juni 2026. Produk tersebut di rancang khusus untuk memenuhi kebutuhan industri yang membutuhkan sistem penyimpanan energi berkapasitas besar dengan tingkat keandalan tinggi.

Salah satu keunggulan utama teknologi ini adalah usia operasionalnya yang panjang. Berdasarkan klaim perusahaan, CATL Tener Sodium mampu mencapai sekitar 15.000 siklus pengisian dan pengosongan daya. Dengan standar State of Health (SOH) sebesar 70 persen, masa operasional baterai di perkirakan dapat mencapai 25 hingga 30 tahun.

Kemampuan tersebut menjadikan sistem ini sangat sesuai di gunakan pada proyek penyimpanan energi skala utilitas maupun fasilitas industri yang membutuhkan kestabilan performa dalam jangka waktu panjang.

Selain daya tahan, CATL juga meningkatkan efisiensi sistem melalui penggunaan Power Conversion System (PCS) yang memanfaatkan teknologi kontrol tegangan dua arah berbasis paten. Sistem tersebut mampu menjaga kestabilan tegangan keluaran pada kisaran 690 volt sehingga proses distribusi energi menjadi lebih konsisten.

Teknologi tersebut juga di klaim mampu meningkatkan nilai Round-trip Efficiency (RTE) hampir dua persen di bandingkan sistem konvensional. Pada saat yang sama, konsumsi daya internal berhasil ditekan hingga sekitar satu persen, lebih rendah di bandingkan rata-rata sistem penyimpanan energi yang banyak di gunakan saat ini.

Peningkatan efisiensi tersebut berpotensi memberikan penghematan biaya operasional dalam jangka panjang. Terutama bagi perusahaan yang mengoperasikan fasilitas penyimpanan energi berskala besar.

CATL berkolaborasi dengan perusahan Alfen di Eropa.

CATL berkolaborasi dengan perusahan Alfen di Eropa.

Mengutamakan Keselamatan dan Ketahanan di Berbagai Kondisi

Selain meningkatkan efisiensi, CATL juga memberikan perhatian besar terhadap aspek keamanan baterai. Sistem Tener Sodium menggunakan konsep intrinsic safety yang di rancang untuk meminimalkan risiko selama proses operasional.

Melalui desain tersebut, gaya ekspansi sel baterai di klaim dapat berkurang hingga 40 persen, sementara produksi gas di dalam sistem mampu di tekan sekitar 35 persen. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan stabilitas baterai, terutama ketika menghadapi kondisi ekstrem.

Dalam skenario terjadinya thermal runaway, suhu permukaan sistem di sebut berada di kisaran 200 derajat Celsius. Nilai tersebut di nilai lebih aman di bandingkan beberapa teknologi baterai lithium-ion konvensional. Sehingga dapat mengurangi potensi risiko pada sistem penyimpanan energi berskala besar.

Ketahanan terhadap perubahan suhu juga menjadi salah satu nilai jual utama teknologi ini. Berkat teknologi wide-temperature bipolar, baterai mampu mempertahankan lebih dari 92 persen kapasitasnya saat beroperasi pada suhu mencapai minus 20 derajat Celsius.

Sementara pada lingkungan bersuhu tinggi hingga 45 derajat Celsius, sistem di klaim masih mampu bekerja lebih dari 10.000 siklus tanpa memerlukan sistem pendingin tambahan maupun perlindungan isolasi khusus.

Kemampuan beradaptasi terhadap berbagai kondisi iklim membuat teknologi ini di nilai cocok di terapkan di berbagai wilayah. Termasuk negara-negara yang memiliki perbedaan suhu ekstrem sepanjang tahun.

Prospek Baterai Ion Sodium untuk Masa Depan Industri Energi

Ekspansi CATL ke pasar Eropa memperlihatkan bahwa teknologi baterai ion sodium mulai mendapat perhatian sebagai alternatif penting selain lithium-ion. Meskipun baterai lithium-ion masih mendominasi industri penyimpanan energi global. Meningkatnya kebutuhan akan di versifikasi teknologi mendorong lahirnya berbagai inovasi baru.

Baterai ion sodium menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari umur pakai yang panjang, efisiensi operasional, tingkat keamanan yang lebih baik, hingga kemampuan bekerja pada suhu ekstrem. Karakteristik tersebut menjadikannya berpotensi di gunakan untuk mendukung jaringan listrik, pembangkit energi terbarukan, hingga berbagai proyek penyimpanan energi skala besar.

Dengan proyek berkapasitas 5 GWh yang akan mulai di realisasikan pada 2027. CATL mempertegas komitmennya dalam memperkuat posisi sebagai salah satu pemimpin industri penyimpanan energi dunia. Kehadiran teknologi ini sekaligus menunjukkan bahwa masa depan sektor energi tidak lagi hanya bergantung pada baterai lithium-ion. Tetapi mulai bergerak menuju berbagai solusi penyimpanan energi yang lebih beragam, efisien, dan berkelanjutan.