Toyota HiAce Camper 4×4 menunjukkan bahwa sebuah van niaga bisa memiliki fungsi yang jauh melampaui tugas mengangkut barang atau penumpang. Headspace Campers di Australia mengembangkan HiAce menjadi kendaraan petualangan yang memadukan kemampuan melintasi medan berat dengan fasilitas tempat tinggal untuk perjalanan panjang.

Konsep tersebut cukup menarik karena masyarakat Indonesia lebih sering melihat HiAce sebagai armada travel, shuttle bandara, maupun kendaraan operasional. Namun, Headspace Campers mengambil pendekatan berbeda. Perusahaan itu memanfaatkan ruang besar pada HiAce LWB untuk membangun camper, kemudian meningkatkan sektor penggerak dan kaki-kaki agar kendaraan mampu keluar dari jalan beraspal.

Hasil akhirnya bukan sekadar van yang membawa tempat tidur. Kendaraan ini mempunyai ground clearance tinggi, sistem 4WD, perlengkapan untuk medan berat, dapur, tempat mandi, ruang tidur, hingga sumber listrik mandiri.

Ruang Besar HiAce Jadi Modal Utama

Headspace Campers memulai proyek dengan HiAce LWB panel van yang tersedia untuk pasar Australia. Model ini mempunyai karakter berbeda dibandingkan HiAce yang umum beroperasi sebagai kendaraan travel di Indonesia.

Konfigurasi panel van menyediakan area belakang yang luas karena fungsi awalnya memang berorientasi pada kebutuhan kargo. Headspace Campers kemudian memanfaatkan kelebihan tersebut untuk menempatkan berbagai fasilitas camping.

Area kargo HiAce ini memiliki panjang sekitar 2.740 mm. Sementara itu, volume ruang yang tersedia mencapai sekitar 6.200 liter.

Ukuran tersebut memberi keleluasaan yang sulit diperoleh dari SUV off-road biasa. Karena itu, pengguna dapat membawa berbagai fasilitas perjalanan tanpa harus bergantung pada tenda atau perlengkapan tambahan di luar kendaraan.

Namun, ruang kabin luas saja belum cukup untuk menjadikan HiAce sebagai kendaraan petualangan. Headspace Campers juga harus meningkatkan kemampuannya ketika menghadapi permukaan jalan yang sulit.

Sistem 4WD Jadi Kunci Kemampuan Jelajah

Toyota pada awalnya menggunakan sistem penggerak roda belakang pada HiAce yang menjadi basis proyek ini. Headspace Campers kemudian melakukan perubahan besar dengan menambahkan sistem penggerak empat roda.

Modifikator memanfaatkan transfer case milik Toyota Land Cruiser 200 Series. Penggunaan komponen tersebut memungkinkan HiAce memperoleh kemampuan 4WD yang lebih sesuai untuk perjalanan menuju lokasi terpencil.

Selanjutnya, gigi low-range membantu kendaraan saat membutuhkan torsi dan kontrol lebih besar pada kecepatan rendah. Headspace Campers juga melengkapi sistem penggeraknya dengan differential yang memakai mekanisme pengunci udara.

Perubahan lain menyentuh bagian suspensi. Suspensi heavy-duty berpadu dengan shock absorber adjustable remote reservoir untuk menunjang perjalanan di permukaan yang tidak rata.

Ban berukuran besar turut memegang peranan penting. HiAce tersebut menggunakan Toyo Open Country Mud Terrain 35 inci bersama pelek 16 inci.

Kombinasi modifikasi kaki-kaki menghasilkan ground clearance sekitar 300 mm. Jarak tersebut bahkan lebih tinggi daripada ground clearance seluruh Land Cruiser versi standar pabrikan.

Headspace Campers pernah membandingkan kemampuan kendaraan buatannya dengan camper yang menggunakan Land Cruiser 70 Series sebagai basis. Land Cruiser dalam pengujian tersebut juga sudah mendapatkan modifikasi. Meski memiliki bentuk van yang besar, HiAce mampu menunjukkan performa yang mengejutkan ketika menghadapi medan off-road.

Perangkat Tambahan untuk Perjalanan ke Medan Berat

Headspace Campers tidak hanya mengandalkan sistem 4WD untuk meningkatkan kemampuan Toyota HiAce camper 4×4. Sejumlah komponen tambahan ikut melindungi kendaraan dan membantu pengemudi menghadapi berbagai kondisi perjalanan.

Pada bagian depan, bumper baja memberikan perlindungan lebih baik sekaligus memperkuat karakter off-road. Winch heavy-duty juga tersedia untuk membantu proses evakuasi ketika kendaraan menghadapi situasi sulit.

Sementara itu, snorkel mendukung kebutuhan perjalanan yang lebih ekstrem. Pelindung baja pada bagian bawah kendaraan membantu menjaga sejumlah komponen penting dari benturan.

Dua ban cadangan ikut menemani perjalanan sebagai langkah antisipasi saat kendaraan menjelajah jauh dari kawasan perkotaan. Headspace Campers juga menambahkan pijakan elektrik untuk memudahkan pengguna memasuki kabin setelah peningkatan tinggi kendaraan.

Menariknya, modifikator tidak mengubah seluruh karakter visual HiAce. Warna French Vanilla masih menghiasi bodi, sedangkan lampu utama tetap memakai model halogen. Dengan demikian, tampilan luarnya masih memperlihatkan identitas van Toyota meskipun kemampuan teknisnya telah berubah drastis.

Toyota HiAce camper 4x4

Toyota HiAce 4×4.

Dapur hingga Shower Masuk ke Dalam Camper

Fungsi sebagai rumah bergerak menjadi bagian yang membedakan kendaraan ini dari HiAce biasa. Headspace Campers menata kabin agar pengguna dapat melakukan berbagai aktivitas dasar selama berada jauh dari fasilitas umum.

Area duduk, misalnya, mempunyai fungsi tambahan sebagai tempat tidur. Camper tersebut juga menyediakan shower pop-up dan fasilitas air panas untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.

Untuk kebutuhan memasak, pengguna mendapatkan dapur model geser. Perangkat di area tersebut mencakup kompor induksi dua tungku, wastafel, serta kulkas.

Selanjutnya, Headspace Campers memanfaatkan bagian atap sebagai ruang tambahan. Atap aluminium menggunakan mekanisme pop-top elektrik yang dapat meningkatkan ruang vertikal ketika kendaraan berhenti.

Bagian atas sekaligus menyediakan tempat tidur kedua berukuran sekitar 1.450 mm x 2.100 mm. Kasur memory foam melengkapi area tidur tersebut.

Pengguna juga memperoleh jendela kanvas besar, pencahayaan LED, plafon kayu, port USB, ruang penyimpanan, serta area kepala yang cukup lega. Dengan konfigurasi itu, camper menawarkan tempat beristirahat yang lebih praktis untuk perjalanan berhari-hari.

Baterai Besar Kurangi Ketergantungan pada Generator

Kebutuhan listrik menjadi persoalan penting bagi camper yang membawa banyak perangkat elektronik. Karena alasan tersebut, Headspace Campers memasang sistem listrik 48V dengan baterai lithium berkapasitas 200 Ah.

Menurut perusahaan, kapasitas tersebut dapat mendukung penggunaan beberapa perangkat berdaya cukup besar. Pengguna dapat menyalakan kulkas, dua air fryer, kompor induksi, bahkan AC split tanpa mengandalkan generator.

Sistem itu juga memungkinkan AC beroperasi sepanjang malam. Dengan demikian, camper dapat memberikan kenyamanan lebih baik ketika pengguna bermalam di lokasi dengan suhu tinggi.

Untuk menunjang perjalanan panjang, kendaraan membawa tangki air pada area bawah bodi. Sementara itu, kapasitas total penyimpanan bahan bakarnya mencapai 275 liter diesel.

Kapasitas bahan bakar besar tentu memberi keuntungan ketika pengemudi menjelajah wilayah yang memiliki jarak cukup jauh antartempat pengisian bahan bakar.

Mesin Tetap Mengandalkan Turbodiesel 2.8 Liter

Di tengah banyaknya perubahan, Headspace Campers tidak mengganti mesin bawaan HiAce. Van tersebut tetap mengandalkan mesin turbodiesel berkapasitas 2.8 liter.

Unit mesin itu menghasilkan tenaga sekitar 174 hp atau 130 kW, setara 177 PS. Adapun torsi maksimumnya mencapai 450 Nm.

Selain menawarkan kemampuan jelajah, kendaraan masih mempunyai daya angkut yang cukup besar. Payload berada pada kisaran 1.500 hingga 1.600 kg, sedangkan kemampuan towing mencapai 1.700 kg.

Spesifikasi tersebut menjadi penting mengingat sebuah camper membawa lebih banyak perlengkapan daripada van standar. Berbagai komponen off-road, fasilitas interior, baterai, air, serta perlengkapan perjalanan ikut menambah beban kendaraan.

Biaya Membangun HiAce Camper 4×4

Konsumen yang tertarik dengan konsep tersebut dapat memilih paket konversi dari Headspace Campers. Berdasarkan informasi yang Carscoops publikasikan pada 28 Agustus 2026, perusahaan menyediakan dua tingkatan paket.

Opsi awal memiliki banderol 18.950 dollar Australia atau sekitar Rp236 juta. Sementara itu, paket yang lebih tinggi mencapai 27.590 dollar Australia atau setara kurang lebih Rp350 juta.

Biaya tersebut belum memasukkan kebutuhan engineering maupun pemasangan. Selain itu, pemilik tetap harus menyediakan kendaraan yang akan menjadi basis proyek.

Toyota HiAce LWB di Australia sendiri memiliki harga mulai sekitar 56.395 dollar Australia atau kurang lebih Rp710 juta. Karena itu, penambahan sistem 4WD, kaki-kaki khusus, ban 35 inci, serta berbagai perlengkapan camper dapat mendorong biaya keseluruhan ke level enam digit dalam dollar Australia.

Headspace Campers masih ingin melanjutkan pengembangan konsep HiAce untuk kebutuhan petualangan. Perusahaan tersebut berencana menggarap versi 4×4 lain dengan bodi yang lebih panjang.

Proyek ini sekaligus memperlihatkan fleksibilitas Toyota HiAce. Van yang awalnya mengutamakan fungsi komersial dapat berubah menjadi kendaraan ekspedisi dengan kemampuan off-road sekaligus menyediakan tempat tinggal praktis untuk menjelajah lokasi yang jauh dari kawasan perkotaan.