Avatar: Fire and Ash – setelah melewati tahun 2025 yang penuh tantangan, industri perfilman Hollywood akhirnya membuka 2026 dengan sinyal positif. Penonton global kembali memenuhi bioskop. Tren ini menunjukkan pemulihan yang semakin nyata. Salah satu faktor utama yang mendorong kebangkitan tersebut datang dari film blockbuster terbaru.
Avatar: Fire and Ash atau Avatar 3 langsung mencuri perhatian sejak hari pertama penayangan. Film ini berhasil menembus pendapatan global lebih dari US$1 miliar hanya dalam hitungan minggu. Oleh karena itu, banyak analis menilai awal 2026 sebagai titik balik industri film global.

Avatar: Fire and Ash Menjadi Mesin Uang Global
Film Avatar: Fire and Ash kembali membuktikan kekuatan waralaba Avatar di pasar internasional. Sejak awal rilis, film ini menunjukkan performa luar biasa. Penonton dari berbagai negara memberikan respons yang sangat antusias.
Menurut laporan The Hollywood Reporter, hingga awal Januari 2026, Avatar 3 mencatat pendapatan global sebesar US$935 juta. Angka tersebut mencakup US$266 juta dari pasar domestik Amerika Utara. Selain itu, pasar internasional menyumbang US$699 juta.
Pada 2 Januari 2026, film ini menambah US$14 juta dari 3.832 layar bioskop di Amerika Utara. Dengan tambahan tersebut, total pendapatan domestik mencapai US$280 juta. Selanjutnya, proyeksi akhir pekan menunjukkan angka yang akan melampaui US$300 juta.
Konsistensi James Cameron dalam Mencetak Film Terlaris
Kesuksesan Avatar 3 tidak terlepas dari peran James Cameron. Sutradara ini kembali menunjukkan konsistensi dalam menghadirkan film berdaya tarik global. Sebelumnya, ia telah menggarap Avatar, Avatar: The Way of Water, dan Titanic.
Ketiga film tersebut masuk daftar film terlaris sepanjang masa dunia. Oleh sebab itu, banyak pengamat menilai keberhasilan Avatar 3 bukan kejutan. Cameron memahami selera pasar global. Ia juga mampu menghadirkan pengalaman visual yang kuat dan emosional.
Dengan capaian ini, Avatar: Fire and Ash kembali menjadi fondasi utama box office di awal tahun. Hollywood pun memperoleh momentum penting untuk melanjutkan pemulihan industri.
Awal 2026 Menjadi Akhir Pekan Tahun Baru Terbaik Pasca-Pandemi
Kebangkitan box office tidak hanya terlihat dari satu film. Data industri menunjukkan tren positif secara keseluruhan. Menurut laporan Deadline, total pendapatan box office pada akhir pekan pertama 2026 mencapai US$127,4 juta.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak pandemi Covid-19. Bahkan, capaian ini melampaui awal 2023 yang mencatat US$104,2 juta. Dengan demikian, industri film kembali menikmati minat penonton yang stabil.
Selain itu, film-film liburan tetap bertahan kuat di bioskop. Kombinasi antara film keluarga dan blockbuster sukses menarik berbagai segmen penonton.
Avatar: Fire and Ash Kuasai Akhir Pekan Ketiga
Dominasi Avatar 3 terus berlanjut hingga pekan ketiga penayangan. Di pasar domestik Amerika Serikat, film ini diperkirakan meraih US$36 juta pada akhir pekan ketiga. Proyeksi tersebut menunjukkan kekuatan daya tahan film ini di box office.
Total pendapatan kumulatif domestik diperkirakan mencapai US$302 juta. Dengan capaian tersebut, Avatar: Fire and Ash tetap bertahan di posisi puncak box office. Meskipun kompetisi mulai meningkat, film ini tetap unggul.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penonton tidak hanya datang di minggu pertama. Sebaliknya, minat penonton terus berlanjut dari minggu ke minggu.
Avatar 3 Menjadi Film Impor Terlaris di Indonesia
Kesuksesan Avatar: Fire and Ash juga terasa kuat di Indonesia. Pada 1 Januari 2026, film ini resmi menembus angka 5 juta penonton. Pencapaian tersebut menjadi rekor penting di pasar domestik.
Dengan angka tersebut, Avatar: Fire and Ash mengukuhkan diri sebagai film impor terlaris di Indonesia sepanjang 2025. Antusiasme penonton lokal menunjukkan besarnya daya tarik film ini.
Selain kualitas visual, cerita yang kuat turut menarik minat berbagai kalangan. Oleh karena itu, film ini berhasil menjangkau penonton lintas usia dan latar belakang.
Kesimpulan: Momentum Positif Industri Film Global
Avatar: Fire and Ash tidak hanya mencetak rekor pendapatan. Film ini juga membawa optimisme baru bagi industri perfilman global. Keberhasilan ini menandai kembalinya penonton ke bioskop.
Dengan awal tahun yang kuat, Hollywood memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren positif sepanjang 2026. Jika momentum ini terus terjaga, industri film akan memasuki fase pertumbuhan yang lebih stabil.