Super League – Kekalahan tipis 0-1 yang dialami Persija Jakarta dari Persib Bandung pada pekan ke-17 Super League 2025-2026 meninggalkan kesan mendalam bagi skuad Macan Kemayoran. Meski begitu, bek andalan Persija, Rizky Ridho, memilih sikap tenang dan tidak melontarkan banyak komentar setelah laga usai. Ia langsung mengalihkan perhatian ke pertemuan berikutnya yang akan berlangsung di Jakarta.
Pertandingan klasik antara dua rival abadi tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu sore waktu Indonesia bagian barat. Atmosfer stadion yang penuh tekanan memacu intensitas permainan sejak menit awal. Persib memanfaatkan momentum cepat dan mencetak gol penentu kemenangan melalui sepakan Beckham Putra saat laga baru berjalan lima menit.

Rizky Ridho tak mau berkomentar banyak usai kekalahan Persija Jakarta 0-1 dari Persib Bandung di pekan ke-17 Super League 2025-2026
Persija Tetap Menyerang Meski Bermain dengan Sepuluh Pemain
Persija menghadapi tantangan berat ketika wasit mengeluarkan kartu merah kepada Bruno Tubarao pada menit ke-53. Situasi tersebut memaksa Persija mengatur ulang strategi permainan. Kendati kehilangan satu pemain, Rizky Ridho dan rekan-rekannya tetap mendorong tempo dan mencoba membangun serangan dari berbagai sisi lapangan.
Tim tamu menampilkan karakter agresif dan tidak memilih bertahan. Persija berusaha menekan lini belakang Persib melalui pergerakan cepat sayap dan penetrasi dari lini kedua. Namun, penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat peluang-peluang tersebut belum mengubah papan skor.
Kondisi ini memperpanjang catatan negatif Persija saat menghadapi Persib. Dalam lima pertemuan terakhir, Persija belum mampu mencatat kemenangan. Statistik tersebut semakin menegaskan ketatnya rivalitas dan tingginya tuntutan performa pada laga bertajuk klasik Indonesia tersebut.
Sikap Profesional Rizky Ridho Usai Laga
Rizky Ridho menunjukkan kedewasaan sebagai pemain tim nasional. Usai pertandingan, ia menyampaikan apresiasi kepada tuan rumah tanpa menyalahkan situasi pertandingan. Dalam konferensi pers, Ridho secara terbuka memberikan ucapan selamat kepada Persib atas keberhasilan mereka mengamankan tiga poin penting.
Selain itu, Ridho juga menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh tim tuan rumah dan suporter Persib. Ia menilai atmosfer pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi namun tetap mencerminkan nilai sportivitas.
Alih-alih larut dalam kekecewaan, Ridho memilih menatap laga berikutnya. Ia secara khusus menantikan pertemuan kedua musim ini yang akan berlangsung di kandang Persija. Sikap tersebut mencerminkan fokus jangka panjang dan mental kompetitif yang kuat.
Pertemuan Kedua Jadi Momentum Kebangkitan Persija
Berdasarkan jadwal kompetisi, Persija dan Persib akan kembali bertemu pada 10 Mei 2026. Pada laga tersebut, Persija akan bertindak sebagai tuan rumah. Bermain di hadapan pendukung sendiri memberi peluang besar bagi Persija untuk membalas kekalahan dan memutus tren negatif.
Laga kandang tersebut juga berpotensi menjadi titik balik bagi Persija dalam perburuan posisi papan atas klasemen. Dukungan suporter Jakarta serta evaluasi dari hasil pertemuan pertama akan menjadi modal penting bagi skuad asuhan pelatih Persija.
Sementara itu, kemenangan di Bandung membawa dampak signifikan bagi Persib. Tambahan tiga poin mengantar Persib ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 38 poin. Tim asuhan Bojan Hodak unggul satu poin atas Borneo FC, yang menempel ketat di posisi kedua.
Persaingan Papan Atas Super League Semakin Ketat
Paruh pertama Super League 2025-2026 menunjukkan persaingan yang sangat kompetitif. Persib menutup putaran pertama sebagai pemimpin klasemen, sementara Persija masih memiliki ruang untuk memperbaiki posisi. Konsistensi, disiplin, dan efektivitas serangan akan menentukan arah perjalanan kedua tim pada sisa musim.
Bagi Rizky Ridho, kekalahan di Bandung menjadi bahan evaluasi, bukan hambatan mental. Ia memilih menyimpan komentar dan membuktikan kualitasnya pada laga berikutnya. Pertemuan di Jakarta nanti akan menjadi ajang pembuktian sekaligus panggung lanjutan rivalitas terbesar sepak bola Indonesia.