Produsen Otomotif – asal Tiongkok, Chery, terus menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Perusahaan ini tidak hanya berfokus pada penjualan kendaraan, tetapi juga aktif membangun ekosistem industri otomotif yang berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang Chery siapkan adalah pembangunan pabrik perakitan mandiri di Indonesia yang akan di mulai pada tahun ini.

Langkah tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar sekaligus basis produksi penting bagi Chery di kawasan Asia Tenggara. Melalui investasi langsung di sektor manufaktur, Chery ingin memperkuat rantai pasok, meningkatkan efisiensi produksi, serta mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional.

Chery menegaskan pembangunan pabrik di Indonesia mulai 2026

Kemenperin Dorong Chery Bikin Pabrik Mandiri di Indonesia (Kemenperin)

Indonesia Jadi Prioritas Basis Produksi Asia Tenggara

President Director Chery Group Indonesia, Zheng Shuo, menegaskan bahwa Indonesia tetap memegang peran strategis dalam peta produksi regional Chery. Ia menjelaskan bahwa perusahaan terus memprioritaskan Indonesia sebagai pusat produksi penting untuk memenuhi kebutuhan pasar Asia Tenggara.

Menurut Zheng Shuo, rencana pembangunan pabrik di Indonesia tetap berjalan sesuai jadwal. Ia menegaskan bahwa keputusan Chery membangun fasilitas produksi di negara lain tidak mengubah komitmen perusahaan di Indonesia. Chery sebelumnya mengumumkan pembangunan pabrik besar di Vietnam, yang akan berfungsi sebagai pusat ekspor regional. Namun, Zheng menilai langkah tersebut sebagai bagian dari strategi ekspansi global, bukan pengganti peran Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa produsen otomotif global umumnya mengoperasikan beberapa fasilitas produksi di berbagai negara. Strategi ini memungkinkan perusahaan menyesuaikan kapasitas dan jenis produksi dengan karakteristik pasar lokal.

Strategi Produksi Fleksibel Ikuti Dinamika Pasar

Chery menerapkan strategi produksi yang fleksibel agar mampu merespons kebutuhan pasar secara cepat. Zheng Shuo menyebut pendekatan ini serupa dengan strategi yang diterapkan produsen otomotif Jepang. Para produsen tersebut mengelola banyak fasilitas perakitan di berbagai negara dengan pembagian model produksi yang berbeda.

Saat ini, Chery bekerja sama dengan mitra lokal, yaitu Handal, untuk melakukan perakitan kendaraan di Indonesia. Melalui kerja sama tersebut, Chery telah memproduksi beberapa model secara lokal, seperti Chery E5, Chery Tiggo 8, dan J6. Kerja sama ini membantu Chery memperkuat penetrasi pasar sekaligus mempersiapkan transisi menuju pabrik mandiri.

Zheng Shuo menegaskan bahwa Chery akan memulai pembangunan pabrik mandiri di Indonesia pada tahun ini. Perusahaan menargetkan proses peletakan batu pertama atau groundbreaking berlangsung sesuai rencana. Setelah itu, Chery menyiapkan produksi komersial yang akan berjalan pada tahun berikutnya.

Investasi Besar untuk Penguatan Industri Otomotif Nasional

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Chery telah menyiapkan investasi senilai Rp 5 triliun di Indonesia. Perusahaan mengalokasikan sebagian dana tersebut untuk memperluas fasilitas pabrik HIM di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat basis manufaktur lokal.

Meskipun Zheng Shuo belum mengungkapkan lokasi pasti pabrik mandiri Chery, ia menegaskan bahwa proyek tersebut tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Ia memilih untuk belum mempublikasikan detail lokasi demi memastikan kesiapan infrastruktur dan dukungan ekosistem industri sebelum operasional dimulai.

Kinerja Global Chery Dorong Keyakinan Investasi

Chery memperkuat komitmen investasinya di Indonesia dengan kinerja global yang solid. Sepanjang tahun 2025, Chery mencatatkan penjualan global lebih dari 2,8 juta unit kendaraan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan memperkuat posisi Chery di pasar otomotif global.

Selain penjualan domestik, Chery juga mencatatkan pertumbuhan ekspor yang kuat. Sepanjang 2025, perusahaan mengekspor lebih dari 1,3 juta unit kendaraan ke berbagai negara. Pencapaian ini memperluas basis konsumen global Chery hingga lebih dari 18 juta pengguna di berbagai wilayah.

Kinerja tersebut memberi keyakinan tambahan bagi Chery untuk terus memperluas investasi di pasar berkembang seperti Indonesia. Perusahaan melihat Indonesia tidak hanya sebagai pasar penjualan, tetapi juga sebagai bagian penting dari jaringan produksi dan ekspor global.

Prospek Pabrik Chery bagi Ekonomi Indonesia

Pembangunan pabrik mandiri Chery di Indonesia berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Kehadiran fasilitas produksi baru dapat menciptakan lapangan kerja, mendorong transfer teknologi, serta meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal. Selain itu, industri pendukung seperti komponen otomotif dan logistik juga berpeluang tumbuh.

Dengan pasar domestik yang besar dan posisi geografis strategis, Indonesia menawarkan peluang jangka panjang bagi industri otomotif. Melalui investasi manufaktur, Chery berupaya mengambil peran aktif dalam pengembangan industri tersebut. Langkah ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi tujuan penjualan, tetapi juga mitra strategis dalam ekspansi global Chery.