PT Pertamina (Persero) – dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, PT Pertamina (Persero) terus memperkuat perannya dalam pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Melalui program Pertamina UMK Academy, perusahaan secara aktif membina pelaku UMK agar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuat daya saing. Oleh karena itu, Pertamina menempatkan UMK sebagai fondasi penting dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Pada awal 2026, Pertamina kembali menunjukkan komitmen tersebut dengan menyalurkan hibah teknologi tepat guna senilai Rp900 juta. Bantuan ini ditujukan kepada 100 pelaku UMK yang tergabung dalam UMK Academy. Dengan demikian, Pertamina tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga menghadirkan solusi konkret yang berdampak langsung pada produktivitas usaha.

Pertamina menyalurkan hibah teknologi tepat guna kepada pelaku UMK binaan

Foto: dok Istimewa

Hibah Teknologi Tepat Guna Dukung Produktivitas UMK

Lebih lanjut, Pertamina merancang hibah teknologi tepat guna untuk menjawab tantangan produksi yang dihadapi pelaku UMK. Perusahaan membagi penerima hibah ke dalam dua kategori, yaitu 25 UMK Champion dan 75 UMK Nominator. Pembagian ini mencerminkan tingkat kesiapan usaha serta komitmen pelaku UMK dalam mengikuti proses pembinaan.

Melalui hibah tersebut, pelaku UMK dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperbaiki kualitas produk. Selain itu, penggunaan teknologi yang sesuai kebutuhan memungkinkan UMK menekan biaya operasional. Dengan demikian, pelaku usaha dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih optimal dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

UMK Academy Jadi Sarana Pembinaan Terintegrasi

Tidak hanya menyalurkan hibah, Pertamina juga mengembangkan UMK Academy sebagai platform pembinaan terintegrasi. Melalui program ini, Pertamina menyelenggarakan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pelaku UMK. Oleh sebab itu, UMK Academy tidak sekadar berfungsi sebagai program bantuan, melainkan sebagai sarana pengembangan kapasitas secara menyeluruh.

Selain itu, materi pelatihan mencakup pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, inovasi produk, dan pemanfaatan teknologi digital. Dengan pendekatan tersebut, pelaku UMK memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap dinamika pasar. Akibatnya, mereka mampu mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat dan terukur.

Program Selaras dengan Agenda Pembangunan Nasional

Sejalan dengan itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhamad Baron, menegaskan bahwa UMK Academy mendukung agenda pembangunan nasional. Program ini selaras dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya pada poin yang menekankan penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan kewirausahaan, dan pengembangan industri kreatif.

Lebih jauh, Pertamina mengintegrasikan pelatihan, pendampingan, dan hibah teknologi dalam satu ekosistem pembinaan. Dengan demikian, pelaku UMK tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi juga memperoleh bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri. Oleh karena itu, Pertamina berharap UMK binaan dapat tumbuh lebih kuat dan berdaya saing.

Pendampingan Aktif Perkuat Kemandirian Pelaku Usaha

Sementara itu, Pertamina menjalankan pendampingan usaha secara aktif dan berkelanjutan. Tim pendamping membantu pelaku UMK mengidentifikasi tantangan usaha serta merancang solusi yang sesuai. Selain itu, evaluasi berkala memungkinkan pelaku usaha memantau perkembangan dan melakukan perbaikan strategi.

Dengan adanya pendampingan ini, pelaku UMK tidak bergantung pada bantuan jangka pendek. Sebaliknya, mereka membangun kemampuan untuk mengelola usaha secara profesional. Dengan demikian, kemandirian usaha menjadi fondasi utama dalam pertumbuhan UMK yang berkelanjutan.

Target UMK Naik Kelas Jadi Fokus Program

Lebih lanjut, Pertamina menjadikan peningkatan kelas UMK sebagai tujuan utama UMK Academy. Perusahaan mengukur keberhasilan program melalui peningkatan kapasitas produksi, perluasan pasar, dan peningkatan kualitas produk. Oleh sebab itu, hibah teknologi berperan sebagai akselerator dalam proses transformasi usaha.

Selain itu, pelatihan dan pendampingan membantu UMK memahami standar usaha yang lebih tinggi. Dengan bekal tersebut, UMK binaan Pertamina dapat bersaing di tingkat regional maupun nasional. Akibatnya, peluang UMK untuk tumbuh dan berkembang semakin terbuka.

Dampak Positif bagi Perekonomian Nasional

Pada akhirnya, penguatan UMK memberikan dampak signifikan bagi perekonomian nasional. UMK berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja, penguatan ekonomi daerah, dan pemerataan kesejahteraan. Melalui UMK Academy, Pertamina berperan aktif dalam membangun struktur ekonomi yang lebih tangguh dan inklusif.

Ke depan, Pertamina berkomitmen untuk terus mengembangkan program UMK Academy dengan pendekatan yang adaptif terhadap perubahan pasar dan teknologi. Dengan demikian, UMK binaan diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang berkelanjutan dan mandiri.