Pekan ke-19 Serie A musim 2025/2026 – menghadirkan dinamika menarik yang melibatkan tiga penyerang dari dua klub besar Italia. Jonathan David bersama Juventus, serta Evan Ferguson dan Artem Dovbyk yang membela AS Roma, sama-sama mencetak gol penting bagi tim mereka. Namun demikian, situasi yang muncul setelah pertandingan justru menunjukkan kontras tajam dalam cara klub dan pelatih menyikapi performa para pemain tersebut.

Juventus tampil dominan ketika menghadapi Sassuolo dan mengamankan kemenangan meyakinkan. Di sisi lain, Roma juga sukses menundukkan Lecce, meski suasana internal klub tetap berada dalam tekanan. Oleh karena itu, pekan ini tidak hanya berbicara tentang gol dan kemenangan, tetapi juga tentang stabilitas, kepercayaan, serta arah kebijakan tim.

Jonathan David merayakan gol kemenangan Juventus di pekan ke-19 Liga Italia 2025/2026

Pemain Juventus, Jonathan David, berebut bola dengan pemain Sassuolo, Nemanja Matic (kiri) dan Tarik Muharemovic, dalam pertandingan Serie A di Reggio Emilia, Italia, Rabu 7/1/2026). (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Juventus Menunjukkan Kepercayaan Penuh kepada Jonathan David

Jonathan David kembali mencuri perhatian setelah tampil efektif di lini depan Juventus. Gol yang ia cetak tidak hanya memperbesar keunggulan tim, tetapi juga menegaskan perannya sebagai ujung tombak utama. Sebelumnya, David sempat menghadapi sorotan akibat kegagalan penalti pada laga lain. Akan tetapi, respons yang muncul dari lingkungan internal klub justru memperlihatkan solidaritas yang kuat.

Pelatih Luciano Spalletti secara konsisten menegaskan dukungan terhadap penyerang asal Kanada tersebut. Ia menilai bahwa tekanan dari luar tidak boleh mengganggu proses perkembangan pemain. Dengan pendekatan tersebut, Juventus berusaha menjaga kepercayaan diri David agar tetap berada pada level optimal.

Selain itu, sikap manajemen Juventus yang cenderung tenang juga mengirimkan pesan penting. Klub tidak menunjukkan urgensi untuk mencari penyerang tambahan di bursa transfer. Sebaliknya, Juventus memilih memaksimalkan sumber daya yang ada. Pendekatan ini mencerminkan kestabilan organisasi dan keyakinan terhadap proyek jangka menengah yang sedang berjalan.

AS Roma Hadapi Ketegangan Meski Lini Depan Mencetak Gol

Berbeda dengan situasi di Turin, suasana di Roma justru terasa lebih kompleks. Evan Ferguson dan Artem Dovbyk memang berhasil mencetak gol yang memastikan kemenangan tim. Namun, kontribusi tersebut belum sepenuhnya memuaskan pelatih Gian Piero Gasperini. Ia menilai permainan tim masih membutuhkan peningkatan, terutama dari sisi dinamika serangan.

Lebih lanjut, Gasperini secara terbuka memperlihatkan kekecewaan terhadap lambannya proses transfer pemain. Ia menginginkan tambahan striker untuk meningkatkan variasi serangan dan menjaga konsistensi performa tim sepanjang musim. Oleh sebab itu, meskipun papan skor berpihak kepada Roma, ketegangan internal tetap muncul ke permukaan.

Sikap Gasperini yang memilih tidak berbicara kepada media setelah pertandingan memperkuat indikasi adanya tekanan serius. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa fokus utama pelatih saat ini tertuju pada pembenahan internal, bukan sekadar hasil pertandingan semata.

Cedera Artem Dovbyk Menambah Beban Roma

Situasi Roma semakin rumit setelah Artem Dovbyk mengalami cedera usai laga berakhir. Kondisi ini langsung memunculkan kekhawatiran mengenai ketersediaan pemain di lini depan. Dengan jadwal padat dan target kompetitif yang tinggi, kedalaman skuad menjadi isu krusial.

Akibatnya, Gasperini kembali mendorong manajemen dan pemilik klub, Ryan Friedkin, untuk segera mengambil langkah konkret di bursa transfer Januari. Cedera Dovbyk memperkuat argumen bahwa Roma membutuhkan tambahan tenaga di sektor serangan agar tetap kompetitif.

Sementara itu, Juventus justru menikmati stabilitas yang lebih baik. Konsistensi performa tim dan suasana internal yang kondusif memberikan keuntungan psikologis. Perbedaan kondisi ini menunjukkan bagaimana kebijakan klub dan pendekatan pelatih dapat membentuk arah perjalanan tim dalam satu musim kompetisi.

Refleksi Pekan Ke-19 Serie A 2025/2026

Pekan ke-19 Serie A 2025/2026 menjadi cerminan nyata dari dua pendekatan berbeda dalam mengelola tim. Juventus memilih jalur kepercayaan dan stabilitas, sementara Roma berada dalam fase pencarian solusi di tengah tekanan internal. Oleh karena itu, perjalanan kedua klub ke depan akan sangat dipengaruhi oleh keputusan yang mereka ambil pada momen krusial ini.