MotoGP selalu menghadirkan persaingan yang sangat ketat, baik dari sisi teknologi motor maupun kondisi fisik pembalap. Banyak pihak menilai usia sebagai salah satu faktor utama yang memengaruhi performa pembalap di kelas premier. Seiring bertambahnya usia, tuntutan fisik dan konsentrasi balapan sering dianggap sulit terpenuhi secara konsisten. Namun, sejarah MotoGP justru memperlihatkan bahwa pengalaman dan mental juara mampu mengimbangi tantangan tersebut.
Selama bertahun-tahun, Valentino Rossi menampilkan contoh nyata tentang bagaimana pembalap senior mampu bertahan di level tertinggi. Karier panjang Rossi di MotoGP membentuk citra “jagoan tua” yang sangat kuat. Ia tidak hanya bertahan, tetapi juga terus bersaing dan mencetak prestasi penting saat usia memasuki fase matang.

Marc Marquez bakal tetap jadi favorit pemenang di MotoGP 2026. (AFP/SONNY TUMBELAKA)
Rekor Valentino Rossi dalam Perspektif Sejarah
Rossi mencatat salah satu pencapaian paling ikonik dalam sejarah MotoGP ketika ia meraih gelar juara dunia secara beruntun pada usia 29 dan 30 tahun. Prestasi tersebut menempatkan namanya sebagai pemilik rekor pembalap tertua yang meraih gelar juara dunia back to back. Hingga saat ini, banyak pengamat MotoGP masih menjadikan catatan tersebut sebagai standar emas bagi pembalap lintas generasi.
Label “jagoan tua MotoGP” pun melekat kuat pada Rossi karena konsistensi dan daya saing yang ia tunjukkan sepanjang kariernya. Namun, perkembangan MotoGP modern membuka peluang baru bagi pembalap lain untuk menantang status tersebut.
Marc Marquez sebagai Penantang Rekor
Dalam beberapa musim terakhir, Marc Marquez menunjukkan kapasitas besar sebagai penantang utama rekor Rossi. Pembalap asal Spanyol ini kembali menampilkan performa kompetitif setelah melewati berbagai tantangan dalam kariernya. Kecepatan, agresivitas terukur, dan insting balap yang tajam tetap menjadi ciri khas Marquez.
Pada musim lalu, Marquez meraih gelar juara dunia saat berusia 32 tahun. Pencapaian tersebut membuktikan bahwa daya saing tetap bisa terjaga meskipun usia terus bertambah. Dengan kondisi tersebut, peluang Marquez untuk kembali merebut gelar juara dunia pada MotoGP 2026 terlihat sangat terbuka.
Jika Marquez mampu mempertahankan gelar juara dunia pada musim tersebut, ia akan mencetak rekor baru sebagai pembalap tertua yang meraih gelar juara dunia secara beruntun. Dengan capaian itu, Marquez secara langsung melampaui catatan sejarah yang selama ini Rossi pegang.
Konsistensi Performa Marc Marquez
Performa Marquez pada musim sebelumnya menunjukkan tingkat konsistensi yang sangat tinggi. Ia menguasai berbagai lintasan dengan pendekatan balap yang matang dan penuh perhitungan. Marquez memaksimalkan pengalaman panjangnya untuk membaca situasi balapan dan mengambil keputusan krusial pada momen penting.
Selain faktor teknis, Marquez juga menunjukkan ketahanan mental yang kuat. Ia menghadapi tekanan persaingan dengan pendekatan yang lebih tenang dan strategis. Kombinasi tersebut membuat banyak rival kesulitan menandingi ritme balapnya. Oleh karena itu, banyak analis MotoGP menilai Marquez sebagai pembalap yang sangat sulit dikalahkan.
Ancaman terhadap Rekor Gelar Juara Dunia
Saat ini, Marquez sejajar dengan Rossi sebagai pemilik tujuh gelar juara di kelas premier dan sembilan gelar juara dunia secara keseluruhan. Posisi ini menempatkan Marquez dalam jarak yang sangat dekat untuk melampaui legenda asal Italia tersebut.
Satu gelar tambahan saja akan membawa Marquez ke puncak daftar peraih gelar terbanyak. Pencapaian tersebut akan memperkuat statusnya sebagai salah satu pembalap paling sukses dalam sejarah MotoGP dan sekaligus menggeser dominasi statistik yang selama ini Rossi kuasai.
MotoGP 2026 sebagai Titik Penentuan
MotoGP 2026 akan membuka musim pada akhir Februari hingga awal Maret dengan seri pembuka di MotoGP Thailand. Seri ini akan memainkan peran penting dalam menentukan arah persaingan gelar juara dunia sejak awal musim.
Jika Marquez langsung menunjukkan performa kuat pada seri pembuka, peluang untuk mencetak sejarah baru akan semakin besar. Dengan kondisi fisik yang terjaga dan motivasi tinggi, Marquez memiliki modal kuat untuk mengubah narasi “jagoan tua MotoGP” yang selama ini publik kaitkan dengan Rossi.
Kesimpulan
Marc Marquez berada pada posisi strategis untuk menggeser dominasi sejarah Valentino Rossi di MotoGP. Usia, konsistensi performa, dan pencapaian statistik membuka peluang besar bagi Marquez untuk mencetak rekor baru. Jika ia mampu mempertahankan gelar juara dunia pada MotoGP 2026, sejarah MotoGP akan memasuki babak baru dengan lahirnya simbol “jagoan tua” generasi berikutnya.