Selama Masa Kehamilan – banyak ibu hamil memusatkan perhatian pada pemeriksaan kandungan, asupan nutrisi, serta pemantauan tumbuh kembang janin. Namun, di tengah fokus tersebut, kesehatan gigi dan mulut sering kali luput dari perhatian. Padahal, kondisi gigi dan gusi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil secara menyeluruh. Masalah pada gigi bukan hanya menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman, tetapi juga dapat memicu infeksi dan peradangan yang berdampak pada kehamilan.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Gorga Udjung, menegaskan bahwa pemeriksaan gigi seharusnya menjadi bagian dari perawatan kehamilan. Menurutnya, infeksi yang berasal dari gigi berlubang atau gusi yang bermasalah dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah dan memicu gangguan selama kehamilan. Oleh karena itu, ibu hamil perlu memberikan perhatian serius terhadap kesehatan gigi sejak awal kehamilan.

Infeksi Gigi sebagai Sumber Peradangan dalam Kehamilan

Infeksi gigi dapat menjadi sumber peradangan yang sering tidak di sadari. Peradangan ini tidak hanya terbatas pada rongga mulut, tetapi dapat memengaruhi kondisi tubuh secara sistemik. Dalam konteks kehamilan, kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai keluhan yang kerap di anggap tidak berkaitan dengan kesehatan gigi.

Dr. Gorga menjelaskan bahwa dalam praktiknya, ia sering menjumpai ibu hamil yang mengalami kontraksi ringan, kram perut, atau flek yang tidak kunjung membaik meskipun telah mendapatkan terapi medis. Setelah di lakukan penelusuran lebih lanjut, sumber peradangan ternyata berasal dari masalah gigi yang tidak tertangani. Selama sumber infeksi masih ada, keluhan kehamilan pun dapat terus berulang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kesehatan gigi memiliki keterkaitan erat dengan stabilitas kehamilan. Oleh sebab itu, ibu hamil di sarankan untuk segera memeriksakan gigi apabila mengalami nyeri, ngilu berkepanjangan, gusi berdarah, atau gigi berlubang. Tindakan ini penting untuk mencegah infeksi berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Infeksi gigi yang dapat berdampak pada kehamilan

Ilustrasi ibu hamil.

Pemeriksaan Gigi sebagai Bagian dari Perawatan Prenatal

Perawatan kehamilan yang ideal seharusnya bersifat menyeluruh, mencakup kesehatan fisik, mental, dan kebersihan tubuh, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Dengan melakukan pemeriksaan gigi secara rutin, ibu hamil dapat mengurangi risiko infeksi dan komplikasi yang mungkin muncul selama masa kehamilan.

Pemeriksaan gigi juga membantu dokter gigi mendeteksi masalah sejak dini, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum infeksi berkembang. Selain itu, perawatan gigi yang tepat dapat meningkatkan kenyamanan ibu hamil dalam menjalani aktivitas sehari-hari, terutama saat proses makan yang sangat penting untuk pemenuhan nutrisi.

Trimester Kedua sebagai Waktu Ideal Pemeriksaan Gigi

Dr. Gorga menekankan bahwa waktu pemeriksaan gigi selama kehamilan perlu di perhatikan demi kenyamanan dan keamanan ibu. Menurutnya, trimester kedua merupakan fase yang paling ideal untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan gigi. Pada periode ini, kondisi tubuh ibu relatif lebih stabil di bandingkan trimester pertama dan ketiga.

Pada trimester pertama, banyak ibu hamil masih mengalami mual dan muntah akibat perubahan hormon. Kondisi tersebut dapat membuat pemeriksaan gigi terasa kurang nyaman. Selain itu, pada fase awal kehamilan, ibu masih dalam tahap adaptasi terhadap perubahan fisik dan hormonal.

Sementara itu, pada trimester ketiga, ukuran perut yang semakin membesar dapat menyulitkan posisi duduk atau berbaring saat pemeriksaan gigi. Posisi yang tidak nyaman juga dapat meningkatkan risiko kontraksi. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, trimester kedua dinilai sebagai waktu yang paling aman dan nyaman untuk melakukan perawatan gigi.

Jangan Menunda Pemeriksaan Saat Muncul Keluhan

Meskipun trimester kedua menjadi waktu yang ideal, ibu hamil tetap tidak di sarankan menunda pemeriksaan gigi apabila mengalami keluhan yang signifikan. Nyeri hebat, pembengkakan gusi, atau tanda infeksi lainnya memerlukan penanganan segera, terlepas dari usia kehamilan.

Penundaan pemeriksaan justru dapat meningkatkan risiko komplikasi dan memperburuk kondisi kesehatan ibu. Dengan penanganan yang tepat dan sesuai prosedur, dokter gigi dapat melakukan perawatan yang aman bagi ibu hamil tanpa membahayakan janin.

Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dalam perawatan kehamilan yang sering diabaikan. Infeksi gigi dapat menjadi sumber peradangan yang berdampak pada stabilitas kehamilan dan memicu berbagai keluhan. Dengan melakukan pemeriksaan gigi secara tepat waktu, terutama pada trimester kedua, ibu hamil dapat mengurangi risiko infeksi dan menjalani kehamilan dengan lebih nyaman dan aman. Perawatan kehamilan yang menyeluruh tidak hanya berfokus pada janin, tetapi juga memastikan kesehatan