Panitia Indonesia Masters 2026 – terus memperkuat kesiapan penyelenggaraan turnamen. Langkah ini muncul setelah publik menyoroti berbagai insiden yang terjadi di India Open 2026. Karena Indonesia Masters akan berlangsung hanya beberapa hari setelah turnamen tersebut, panitia memilih untuk bergerak cepat. Oleh karena itu, setiap aspek penyelenggaraan langsung masuk tahap evaluasi menyeluruh.
Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Masters 2026, Achmad Budiharto, menegaskan bahwa panitia tidak ingin mengulang kesalahan serupa. Dengan demikian, panitia menjadikan pengalaman India Open sebagai bahan pembelajaran penting. Pada saat yang sama, panitia berkomitmen menjaga kualitas pertandingan dan kenyamanan atlet sejak hari pertama turnamen.

Achmad Budiharto menyebut panitia Indonesia Masters 2026 mewaspadai cuaca di Jakarta. (Arsip PBSI)
Istora Senayan Menjadi Fokus Utama Persiapan
Panitia menempatkan Istora Gelora Bung Karno sebagai pusat perhatian dalam seluruh persiapan. Arena legendaris ini memiliki sejarah panjang sebagai venue bulutangkis dunia. Meski demikian, panitia tetap mengambil langkah pencegahan ekstra. Dengan cara ini, panitia memastikan seluruh potensi gangguan dapat dicegah sejak awal.
Achmad Budiharto menjelaskan bahwa Jakarta memiliki karakter lingkungan berbeda dengan India. Oleh sebab itu, panitia menyesuaikan pendekatan persiapan. Jika India menghadapi persoalan kebersihan arena, Jakarta justru harus bersiap menghadapi curah hujan tinggi. Karena alasan tersebut, panitia menyusun rencana teknis yang lebih detail dan adaptif.
Panitia Antisipasi Dampak Cuaca Hujan Secara Menyeluruh
Curah hujan menjadi faktor utama yang masuk dalam perhitungan panitia. Oleh karena itu, tim teknis menyelesaikan pengaturan area luar gedung lebih awal. Selain itu, panitia memastikan jalur logistik, akses atlet, dan area pendukung berada dalam kondisi siap pakai.
Sementara itu, panitia juga memeriksa kondisi bagian dalam Istora secara menyeluruh. Pengelola venue memberikan jaminan bahwa atap gedung mampu menahan hujan deras. Dengan demikian, pertandingan dapat berlangsung tanpa gangguan. Pada saat yang sama, panitia menyiapkan tim respons cepat untuk menangani potensi kendala teknis selama turnamen berjalan.
Panitia Tingkatkan Sistem Pencahayaan Lapangan
Selain faktor cuaca, panitia juga memberi perhatian besar pada kualitas pencahayaan lapangan. Pada India Open 2026, sejumlah atlet mengeluhkan kondisi lighting yang mengganggu konsentrasi. Oleh karena itu, panitia Indonesia Masters memilih untuk mengambil langkah antisipatif.
Sebagai tindak lanjut, panitia menaikkan intensitas lampu sorot lapangan secara signifikan. Sebelumnya, sistem pencahayaan menggunakan sekitar 1.100 lumens. Kini, panitia meningkatkan intensitas hingga 1.600 lumens. Dengan demikian, atlet dapat bermain dengan visibilitas maksimal. Tidak hanya itu, peningkatan ini juga mendukung kualitas siaran televisi dan pengalaman penonton di arena.
Panitia Cegah Gangguan Hewan di Arena Pertandingan
Insiden masuknya hewan ke arena pertandingan di India Open turut menjadi perhatian serius. Oleh sebab itu, panitia Indonesia Masters langsung menyusun prosedur pencegahan khusus. Dengan langkah ini, panitia ingin menjaga arena tetap steril sepanjang turnamen.
Achmad Budiharto menyebut bahwa Jakarta tidak memiliki risiko kehadiran monyet seperti di India. Namun demikian, panitia tetap mengantisipasi keberadaan hewan lain, terutama kucing yang sering muncul di sekitar area Istora. Untuk itu, panitia menugaskan petugas khusus yang bertugas memantau area sebelum dan selama pertandingan berlangsung.
Indonesia Masters 2026 Digelar dengan Standar Internasional
Indonesia Masters 2026 berstatus sebagai turnamen BWF Super 500. Oleh karena itu, panitia menyadari pentingnya menjaga standar internasional dalam setiap aspek penyelenggaraan. Turnamen ini melibatkan atlet papan atas, ofisial, sponsor, media, dan penonton dari berbagai negara.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, panitia menerapkan standar tinggi pada fasilitas, keamanan, dan operasional pertandingan. Selain itu, panitia menjaga koordinasi antarunit kerja agar seluruh proses berjalan selaras. Dengan pendekatan ini, panitia menargetkan turnamen berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.
Wakil Tuan Rumah Siap Meramaikan Turnamen
Indonesia Masters 2026 akan menghadirkan setidaknya 22 wakil tuan rumah. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah setelah managers meeting selesai. Oleh karena itu, panitia terus berkoordinasi dengan federasi dan manajer tim.
Sektor ganda putri menyumbang wakil terbanyak dengan tujuh pasangan. Di sisi lain, sektor tunggal putri mengandalkan satu atlet, Putri Kusuma Wardani. Dengan komposisi tersebut, kehadiran atlet Indonesia diharapkan mampu meningkatkan atmosfer pertandingan sekaligus menarik antusiasme penonton.
Optimisme Menyambut Indonesia Masters 2026
Pada akhirnya, panitia Indonesia Masters 2026 menunjukkan optimisme tinggi menjelang pelaksanaan turnamen. Evaluasi dari ajang sebelumnya, kesiapan fasilitas Istora, serta pengalaman panjang penyelenggaraan menjadi modal penting.
Dengan demikian, panitia yakin Indonesia Masters 2026 dapat berjalan profesional dan bebas dari insiden. Lebih lanjut, turnamen ini diharapkan kembali memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah ajang bulutangkis berkelas dunia.