Industri kendaraan listrik – di Indonesia terus bergerak dinamis dan terhubung erat dengan kondisi global. Neta, merek kendaraan listrik asal China, kini menjalani fase penyesuaian operasional di Indonesia. Perusahaan induknya, Hozon Auto, memulai restrukturisasi bisnis sejak 2025. Proses ini mendorong Neta Indonesia menata ulang strategi agar tetap relevan di pasar nasional.
Penyesuaian tersebut memengaruhi aktivitas produksi, jaringan layanan, dan fokus bisnis. Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa Neta tetap mempertahankan kehadirannya di Indonesia dan menyiapkan langkah adaptif untuk menjaga kepercayaan konsumen.
Penghentian Sementara Produksi di Fasilitas Perakitan Lokal
Neta Indonesia menjalankan perakitan kendaraan listrik melalui kerja sama dengan mitra lokal, yaitu PT Handal Indonesia Motor. Pabrik di Pondok Ungu, Bekasi, sebelumnya menangani perakitan kendaraan dalam skema CKD. Namun, sejak sekitar enam bulan terakhir, lini produksi berhenti sementara.
Keputusan ini muncul sebagai respons terhadap kebijakan strategis perusahaan induk di tingkat global. Manajemen mitra lokal menjelaskan bahwa penghentian tersebut bersifat sementara dan menunggu arah kebijakan lanjutan. Selama periode ini, fasilitas perakitan tetap menyimpan bahan baku dan unit kendaraan yang telah dirakit. Kondisi tersebut membantu menjaga kontinuitas pasokan dalam jangka pendek.

Seremoni produksi massal perdana mobil listrik Neta V-II oleh PT Neta Auto Indonesia dan PT Handal Indonesia Motor di Pondok Ungu, Bekasi, Jumat (31/5/2024).
Model Kendaraan dan Riwayat Produksi di Indonesia
Sebelum jeda produksi, Neta merakit dua model kendaraan listrik di Indonesia, yaitu Neta V-II dan Neta X. Perusahaan memulai perakitan lokal kedua model tersebut sejak kuartal kedua 2024. Strategi ini bertujuan meningkatkan daya saing harga dan memperkuat kandungan lokal.
Langkah perakitan lokal juga mendukung perluasan pasar dan mempercepat distribusi. Karena itu, perusahaan memandang penghentian sementara sebagai bagian dari penyesuaian bisnis, bukan sebagai perubahan arah jangka panjang. Neta tetap menempatkan produksi lokal sebagai opsi strategis ketika kondisi global kembali stabil.
Strategi Neta Indonesia Menjaga Keberlanjutan Bisnis
Di tengah restrukturisasi global, PT Neta Auto Indonesia tetap menjalankan perannya sebagai agen pemegang merek. Manajemen menegaskan komitmen untuk melanjutkan operasional di Indonesia dengan pendekatan yang lebih efisien dan terukur.
Tim manajemen secara aktif memantau proses restrukturisasi di China. Perwakilan dari Indonesia bahkan terlibat langsung dalam pemulihan bisnis di tingkat global. Melalui langkah ini, perusahaan berupaya menyelaraskan strategi lokal dengan kebijakan induk, sekaligus menyiapkan fondasi keberlanjutan jangka menengah.
Dalam fase ini, perusahaan memusatkan perhatian pada penguatan layanan purna jual dan hubungan dengan konsumen.
Penyesuaian Jaringan Layanan Purna Jual
Sebagai bagian dari adaptasi operasional, Neta Indonesia menata ulang jaringan diler dan bengkel. Perusahaan kini mengandalkan kemitraan dengan pihak ketiga untuk menjalankan layanan penjualan, servis, dan suku cadang. Pendekatan ini memungkinkan layanan tetap tersedia di berbagai wilayah.
Neta menggandeng jaringan bengkel independen yang memiliki sebaran luas. Selain itu, perusahaan menyediakan layanan servis di wilayah Tangerang dan menyiapkan rencana perluasan jaringan secara bertahap. Dengan strategi ini, konsumen tetap memperoleh akses perawatan kendaraan meski struktur internal perusahaan berubah.
Komitmen terhadap Konsumen dan Ketersediaan Suku Cadang
Di tengah tantangan operasional, Neta Indonesia menempatkan kepuasan konsumen sebagai prioritas. Perusahaan memastikan ketersediaan suku cadang tetap mencukupi untuk mendukung perawatan kendaraan yang telah beredar. Tim operasional juga menjaga kelancaran distribusi komponen melalui mitra yang ditunjuk.
Selain itu, perusahaan tetap menjalankan seluruh kebijakan garansi tanpa perubahan. Langkah ini memperkuat kepercayaan konsumen dan memberikan kepastian selama fase transisi. Dengan pendekatan tersebut, Neta berupaya menjaga reputasi merek dan loyalitas pelanggan.
Prospek Neta di Pasar Kendaraan Listrik Indonesia
Penyesuaian operasional Neta di Indonesia mencerminkan keterkaitan erat antara pasar lokal dan kebijakan global. Restrukturisasi induk mendorong perusahaan mengambil langkah adaptif di tingkat regional. Meski menghadapi jeda produksi, Neta tetap menjaga layanan purna jual dan komitmen terhadap konsumen.
Ke depan, pemulihan bisnis perusahaan induk akan menentukan kelanjutan produksi lokal dan ekspansi merek. Dalam konteks ini, fase penyesuaian saat ini berperan sebagai tahap konsolidasi. Melalui strategi yang terukur, Neta menyiapkan diri untuk kembali mengakselerasi pertumbuhan di pasar kendaraan listrik Indonesia.