Sakit lutut – sering muncul ketika usia terus bertambah. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan radang sendi atau arthritis. Radang sendi menyebabkan nyeri, kaku, dan keterbatasan gerak pada lutut sehingga aktivitas harian terasa lebih berat. Banyak orang mengalami gangguan berjalan, kesulitan naik tangga, serta penurunan stamina akibat kondisi tersebut.
Selain faktor usia, berat badan berlebih memberi tekanan tambahan pada sendi lutut. Tekanan ini mempercepat kerusakan jaringan sendi dan meningkatkan rasa nyeri. Oleh karena itu, pengendalian berat badan menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan lutut. Namun demikian, pola makan juga memegang peran besar karena beberapa jenis makanan dapat memperparah peradangan.

Ilustrasi. Ada beberapa makanan yang perlu dihindari saat sakit lutut. (iStockphoto/PeopleImages)
Peran Pola Makan dalam Menjaga Kesehatan Sendi Lutut
Pola makan memengaruhi proses inflamasi dalam tubuh secara langsung. Ketika seseorang mengonsumsi makanan tertentu, tubuh merespons dengan meningkatkan atau menurunkan zat pemicu peradangan. Oleh sebab itu, pemilihan makanan yang tepat membantu mengendalikan nyeri lutut dan menjaga fungsi sendi.
Selain itu, pola makan sehat membantu menjaga berat badan ideal sehingga tekanan pada lutut berkurang. Dengan demikian, penderita sakit lutut perlu memahami jenis makanan yang berpotensi memperburuk kondisi sendi agar nyeri tidak semakin parah.
Pantangan Makanan Saat Mengalami Sakit Lutut
Makanan Manis dan Tinggi Gula
Pertama, konsumsi makanan manis meningkatkan berat badan dan memberi beban tambahan pada lutut. Selain itu, gula memicu produksi sitokin yang berperan dalam proses peradangan. Ketika kadar sitokin meningkat, nyeri sendi lutut juga ikut meningkat.
Oleh karena itu, penderita sakit lutut perlu membatasi kue, permen, minuman bersoda, dan jus buah kemasan. Langkah ini membantu menekan peradangan sekaligus menjaga kestabilan berat badan.
Makanan Mengandung Gluten dan Kasein
Selanjutnya, sebagian orang dengan nyeri lutut menunjukkan sensitivitas terhadap gluten dan kasein. Gluten berasal dari gandum dan produk sejenisnya, sedangkan kasein berasal dari protein susu. Sensitivitas terhadap kedua zat ini memicu reaksi inflamasi yang memperburuk nyeri sendi.
Oleh sebab itu, orang dengan intoleransi gluten atau gangguan celiac sebaiknya menghindari roti, pasta, dan produk berbahan gandum. Selain itu, pembatasan konsumsi susu dan turunannya dapat membantu mengurangi peradangan pada sendi lutut.
Gorengan dan Lemak Trans
Selain itu, gorengan mengandung lemak trans yang meningkatkan peradangan dalam tubuh. Lemak trans juga mempercepat kenaikan berat badan sehingga tekanan pada lutut semakin besar. Akibatnya, nyeri sendi terasa lebih intens dan mobilitas menurun.
Penderita sakit lutut sebaiknya menghindari kentang goreng, ayam goreng, dan berbagai jenis gorengan lainnya. Dengan mengurangi lemak trans, sendi lutut dapat bergerak lebih fleksibel dan rasa nyeri berkurang.
Daging Merah dan Produk Olahannya
Berikutnya, daging merah mengandung lemak jenuh yang memicu proses inflamasi. Konsumsi daging merah secara berlebihan juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, daging merah dan olahannya seperti sosis dan daging asap sebaiknya tidak dikonsumsi saat nyeri lutut muncul.
Sebagai gantinya, penderita dapat memilih sumber protein yang lebih sehat seperti ikan, ayam tanpa kulit, atau kacang-kacangan. Pilihan ini membantu menjaga keseimbangan nutrisi tanpa memperparah peradangan sendi.
Produk Susu dan Turunannya
Terakhir, produk susu mengandung advanced glycation end products atau AGEs. Zat ini mempercepat proses peradangan dan memperburuk nyeri sendi lutut. Ketika seseorang mengonsumsi produk susu secara berlebihan, tubuh merespons dengan peningkatan inflamasi.
Oleh karena itu, penderita sakit lutut perlu membatasi konsumsi susu, keju, es krim, yogurt, dan mentega. Langkah ini membantu mengendalikan peradangan dan mendukung proses pemulihan sendi.
Manfaat Menghindari Pantangan Makanan bagi Penderita Sakit Lutut
Dengan menghindari makanan pemicu peradangan, penderita sakit lutut dapat mengurangi nyeri secara bertahap. Selain itu, pola makan yang tepat membantu menjaga berat badan ideal dan mengurangi tekanan pada sendi. Akhirnya, kombinasi pengaturan makanan dan konsultasi medis dapat meningkatkan kualitas hidup penderita sakit lutut secara signifikan.