Menjelang bulan suci Ramadhan – Pemerintah Kota Cirebon mengambil langkah strategis dengan menyiapkan Jalan Siliwangi sebagai ruang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Inisiatif ini bertujuan mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekaligus menjaga fungsi jalan dan kenyamanan publik.
Selama Ramadhan, aktivitas usaha di kawasan tersebut berlangsung dari sore hingga malam hari. Penyesuaian waktu ini mengikuti pola aktivitas warga yang meningkat menjelang berbuka puasa dan selepas salat tarawih. Dengan pengaturan yang tepat, Jalan Siliwangi diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang tertib dan produktif.

Ilustrasi takjil. Sejumlah pemburu makanan takjil sedang memilih makanan yang dijual PKL.
Koordinasi Lintas Instansi untuk Menjaga Ketertiban
Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan, Pemerintah Kota Cirebon melakukan koordinasi lintas instansi. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja.
Melalui kerja sama ini, pemerintah mengatur arus lalu lintas dan menata lapak pedagang agar tidak mengganggu pengguna jalan. Selain itu, kepolisian turut mendukung pengamanan selama kegiatan berlangsung. Dengan sinergi tersebut, pemerintah berupaya menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
UMKM Manfaatkan Momentum Ramadhan
Momentum Ramadhan memberikan peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan. Pemerintah memulai aktivitas perdagangan menjelang waktu berbuka puasa, saat permintaan masyarakat terhadap makanan dan minuman meningkat.
Di sepanjang Jalan Siliwangi, para pedagang akan menawarkan makanan dan minuman khas Ramadhan. Pada malam hari, pedagang kopi dan jajanan ringan juga dapat melanjutkan aktivitas usahanya setelah salat tarawih. Pola ini memungkinkan pelaku usaha menyesuaikan jam operasional dengan kebutuhan konsumen.
Penataan Teknis Masih Berlangsung
Saat ini, pemerintah masih mematangkan aspek teknis pelaksanaan. Pembahasan meliputi jumlah UMKM yang dapat berpartisipasi, penentuan titik lokasi berjualan, serta penyusunan aturan operasional. Pendekatan ini membantu pemerintah menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan ketertiban kota.
Menurut Iing Daiman, pemerintah menargetkan laporan perkembangan penataan sebelum awal Februari 2026. Laporan tersebut akan menjadi dasar pengambilan keputusan akhir. Dengan tahapan yang terukur, pemerintah berupaya menghadirkan kebijakan yang berkelanjutan.
Wali Kota Dorong Ekonomi Ramadhan yang Tertata
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa penyediaan ruang berjualan di Jalan Siliwangi bertujuan menggerakkan ekonomi masyarakat selama Ramadhan. Ia menilai peran pemerintah sangat penting dalam menciptakan ruang usaha yang tertib dan inklusif.
Selain itu, pemerintah mengatur waktu berjualan secara jelas. Pedagang takjil dapat beroperasi pada sore hari hingga waktu berbuka puasa. Pada malam hari, pedagang camilan dan jajanan lainnya dapat melanjutkan kegiatan usaha. Pengaturan ini membantu menjaga keteraturan aktivitas di kawasan tersebut.
Kebersihan dan Ketertiban Menjadi Prioritas
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menempatkan kebersihan dan ketertiban sebagai prioritas utama. Setiap pedagang wajib menjaga kebersihan area berjualan dan mematuhi aturan yang berlaku. Langkah ini penting untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pengunjung.
Apabila pedagang menjalankan kewajiban tersebut dengan baik, Jalan Siliwangi dapat berfungsi sebagai ruang publik yang aman dan menarik. Suasana kota yang tertib selama Ramadhan juga diharapkan meningkatkan citra positif Kota Cirebon.
Melalui penataan Jalan Siliwangi sebagai ruang ekonomi Ramadhan, Pemerintah Kota Cirebon menunjukkan komitmen dalam mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus menjaga tata kota. Dukungan lintas instansi, pengaturan waktu yang jelas, serta penegakan kebersihan menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini. Jika semua pihak menjalankan perannya dengan baik, inisiatif ini berpotensi menjadi model pengelolaan ruang publik yang produktif dan berkelanjutan.