Industri otomotif – di China terus mengalami perubahan yang signifikan. Persaingan meningkat seiring dengan pertumbuhan produsen kendaraan listrik. Dalam situasi ini, perusahaan otomotif harus menyesuaikan strategi bisnis secara cepat. Oleh karena itu, BYD mengambil langkah strategis dengan merancang sub-brand baru bernama Linghui. Melalui langkah ini, BYD berusaha memperkuat segmentasi pasar. Selain itu, perusahaan juga berupaya menjaga citra merek utama.
Di satu sisi, BYD menghadapi tekanan dari produsen domestik yang agresif. Di sisi lain, persaingan global turut meningkat. Akibatnya, BYD tidak hanya mengandalkan inovasi teknologi. Sebaliknya, perusahaan menempatkan strategi branding sebagai elemen penting. Dengan pendekatan tersebut, BYD berharap dapat mempertahankan daya saing jangka panjang.

BYD sedang menyiapkan sub-brand baru bernama Linghui untuk memisahkan kendaraan yang banyak digunakan di layanan taksi online.
Pengungkapan Rencana Linghui melalui Dokumen Resmi Industri
Rencana peluncuran Linghui muncul melalui dokumen resmi yang diajukan BYD kepada Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China. Dalam dokumen tersebut, BYD mencantumkan logo Linghui. Selain itu, perusahaan juga mencantumkan daftar model awal yang akan menggunakan identitas baru. Informasi ini menunjukkan kesiapan BYD dalam menjalankan strategi sub-brand secara terencana.
Lebih lanjut, pendaftaran resmi tersebut menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan. Dengan demikian, BYD tidak memperlakukan Linghui sebagai proyek sementara. Sebaliknya, perusahaan memasukkan Linghui ke dalam arsitektur merek secara menyeluruh. Oleh karena itu, BYD dapat mengelola portofolio produk dengan lebih fleksibel dan terarah.
Persepsi Konsumen terhadap Merek BYD di Pasar Domestik
Dalam beberapa tahun terakhir, konsumen sering mengaitkan BYD dengan kendaraan operasional. Banyak layanan ride-hailing dan armada taksi online menggunakan kendaraan BYD. Akibatnya, model seperti e5 dan e7 sering terlihat di kawasan perkotaan. Kondisi ini secara bertahap membentuk persepsi utilitarian terhadap merek BYD.
Namun demikian, persepsi tersebut menimbulkan tantangan bagi pasar kendaraan pribadi. Konsumen individu biasanya mempertimbangkan aspek citra dan nilai emosional. Oleh karena itu, ketika sebuah merek terlalu lekat dengan kendaraan operasional, minat konsumen pribadi dapat menurun. Menyadari hal tersebut, BYD mulai mengevaluasi ulang strategi pemasaran dan identitas mereknya.
Selain itu, berbagai kajian industri menegaskan pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian. Dengan kata lain, persepsi pasar memiliki peran strategis. Oleh sebab itu, BYD memilih pendekatan sub-brand sebagai solusi yang lebih adaptif.
Penataan Portofolio Produk melalui Sub-Brand Linghui
Sebagai tindak lanjut dari strategi tersebut, BYD mendaftarkan empat model di bawah sub-brand Linghui. Model tersebut mencakup Linghui e5, Linghui e7, Linghui e9, dan Linghui M9. Model-model ini berasal dari lini produk yang telah ada. Namun, BYD memberikan identitas baru melalui penamaan dan komunikasi merek.
BYD tetap menggunakan platform dan teknologi yang sama. Perusahaan tidak mengubah fondasi teknis kendaraan. Namun demikian, BYD mengarahkan ulang pendekatan desain dan strategi pemasaran. Dengan cara ini, perusahaan membedakan produk Linghui dari merek utama secara jelas.
Selain itu, strategi ini membantu konsumen mengenali tujuan penggunaan kendaraan. Konsumen dapat membedakan kendaraan operasional dan kendaraan pribadi dengan lebih mudah. Pada akhirnya, segmentasi pasar dapat berjalan lebih efektif.
Praktik Sub-Brand dalam Industri Otomotif China
Strategi sub-brand telah menjadi praktik umum di industri otomotif China. Sebagai contoh, Geely menerapkan pendekatan serupa melalui sub-brand Maple. Geely menggunakan sub-brand tersebut untuk melayani segmen ride-hailing. Melalui strategi ini, Geely berhasil menjaga citra merek utamanya.
Pengalaman tersebut memberikan referensi penting bagi BYD. Oleh karena itu, BYD menyesuaikan strategi Linghui dengan praktik industri yang telah terbukti. Selain itu, pendekatan ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan pasar.
Dampak Strategis Linghui terhadap Daya Saing BYD
Melalui kehadiran Linghui, BYD menjaga keseimbangan antara volume penjualan dan citra merek. Di satu sisi, perusahaan tetap melayani kebutuhan pasar armada. Di sisi lain, BYD mempertahankan daya tarik merek utama bagi konsumen pribadi. Dengan demikian, stabilitas permintaan dapat terjaga.
Lebih jauh lagi, strategi ini memperkuat posisi BYD dalam persaingan global. Diferensiasi merek menjadi semakin penting di tengah kompetisi internasional. Oleh sebab itu, pengelolaan sub-brand berperan sebagai strategi jangka panjang.
Pada akhirnya, pembentukan Linghui mencerminkan respons adaptif terhadap perubahan pasar otomotif. BYD tidak hanya mengembangkan produk, tetapi juga menyempurnakan strategi merek. Dengan pendekatan ini, perusahaan meningkatkan peluang untuk mempertahankan daya saing di pasar otomotif China.