Operasi lasik – menjadi salah satu prosedur medis populer yang membantu banyak orang mengurangi ketergantungan terhadap kacamata maupun lensa kontak. Teknologi ini memungkinkan penderita rabun jauh atau mata silinder mendapatkan kualitas penglihatan yang lebih baik tanpa alat bantu penglihatan. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang percaya bahwa operasi lasik dapat mempercepat munculnya katarak.

Anggapan tersebut membuat sebagian orang merasa khawatir untuk menjalani prosedur lasik. Banyak yang takut kesehatan mata justru memburuk setelah operasi. Padahal, dokter spesialis mata menegaskan bahwa lasik dan katarak merupakan dua kondisi yang berbeda dan tidak saling menyebabkan satu sama lain.

Operasi Lasik Tidak Menyebabkan Katarak

Dokter spesialis mata menjelaskan bahwa operasi lasik tidak memicu terbentuknya katarak. Katarak merupakan kondisi alami yang umumnya terjadi akibat proses penuaan pada lensa mata. Hampir semua orang memiliki risiko mengalami katarak seiring bertambahnya usia.

Persepsi bahwa lasik mempercepat katarak muncul karena banyak pasien lasik memiliki minus mata yang cukup tinggi. Orang dengan rabun jauh berat memang cenderung mengalami katarak lebih cepat di bandingkan individu dengan kondisi mata normal. Faktor genetik juga ikut memengaruhi kondisi tersebut.

Karena itu, munculnya katarak pada pasien yang pernah menjalani lasik bukan berasal dari tindakan operasi, melainkan dari kondisi mata dan faktor usia pasien itu sendiri.

Dokter mata menjelaskan fakta operasi lasik dan risiko katarak pada pasien dengan minus tinggi

Ilustrasi mata.

Lasik dan Katarak Menyerang Bagian Mata yang Berbeda

Banyak masyarakat belum memahami bahwa operasi lasik dan katarak melibatkan area mata yang berbeda. Operasi lasik hanya dilakukan pada kornea atau bagian terluar mata. Dokter menggunakan prosedur ini untuk memperbaiki gangguan refraksi seperti rabun jauh, rabun dekat, maupun mata silinder.

Sementara itu, katarak terjadi pada lensa mata. Kondisi ini muncul ketika lensa mata yang awalnya jernih berubah menjadi keruh sehingga penglihatan menjadi kabur.

Karena lasik tidak menyentuh lensa mata, prosedur tersebut tidak menyebabkan kerusakan yang dapat memicu katarak. Operasi ini hanya membentuk ulang kornea agar cahaya dapat masuk ke mata dengan lebih fokus sehingga penglihatan menjadi lebih jelas tanpa bantuan kacamata.

Katarak Tetap Bisa Muncul Akibat Faktor Usia

Meskipun seseorang telah menjalani operasi lasik, risiko terkena katarak tetap ada. Proses penuaan alami pada lensa mata akan terus berlangsung seiring bertambahnya usia.

Selain faktor usia, paparan sinar ultraviolet dari matahari juga dapat mempercepat perubahan pada lensa mata. Karena itu, menjaga kesehatan mata tetap penting dilakukan meskipun seseorang sudah menjalani operasi lasik.

Dokter menyarankan masyarakat untuk menggunakan kacamata pelindung saat berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama. Pola hidup sehat juga dapat membantu menjaga kondisi mata agar tetap optimal hingga usia lanjut.

Pasien dengan Minus Tinggi Lebih Rentan Mengalami Katarak

Sebagian besar pasien yang memilih operasi lasik memiliki kondisi minus mata cukup tinggi, misalnya minus enam hingga minus tujuh. Kondisi tersebut membuat penglihatan menjadi sangat terganggu jika tidak menggunakan kacamata.

Pada penderita minus tinggi, risiko munculnya katarak memang cenderung lebih besar dibandingkan orang dengan mata normal. Karena pasien lasik biasanya berasal dari kelompok ini, banyak orang akhirnya mengira bahwa operasi lasik menjadi penyebab utama munculnya katarak.

Padahal, faktor utama yang mempercepat katarak tetap berasal dari kondisi genetik, usia, dan tingkat minus mata pasien. Operasi lasik hanya membantu memperbaiki kualitas penglihatan tanpa memengaruhi lensa mata secara langsung.

Pasien Lasik Tetap Bisa Menjalani Operasi Katarak

Masyarakat tidak perlu khawatir jika suatu hari mengalami katarak setelah pernah menjalani operasi lasik. Dokter mata tetap dapat melakukan operasi katarak dengan aman pada pasien pasca-lasik.

Dalam prosedur operasi katarak, dokter akan mengganti lensa mata yang keruh dengan lensa buatan agar pasien kembali mendapatkan penglihatan yang lebih jelas. Teknologi operasi mata saat ini juga semakin berkembang sehingga proses penanganan katarak menjadi lebih aman dan efektif.

Dokter dapat menyesuaikan jenis lensa buatan sesuai kebutuhan kondisi mata pasien. Dengan begitu, pasien tetap memiliki peluang mendapatkan kualitas penglihatan yang baik meski sebelumnya pernah menjalani lasik.

Pentingnya Pemeriksaan Mata Secara Rutin

Dokter mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terbukti secara medis. Pemeriksaan mata secara rutin menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan penglihatan sekaligus mendeteksi gangguan mata sejak dini.

Pemeriksaan rutin membantu dokter mengetahui kondisi mata secara menyeluruh, termasuk risiko rabun jauh, katarak, glaukoma, maupun gangguan mata lainnya. Dengan deteksi lebih awal, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi bisa diminimalkan.

Selain itu, masyarakat juga perlu menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, dan melindungi mata dari paparan sinar matahari berlebihan agar kesehatan mata tetap terjaga dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Operasi lasik tidak menyebabkan atau mempercepat munculnya katarak. Lasik hanya memperbaiki bentuk kornea untuk mengatasi gangguan refraksi, sedangkan katarak terjadi pada lensa mata akibat proses penuaan dan faktor genetik.

Pasien dengan minus tinggi memang memiliki risiko mengalami katarak lebih cepat, sehingga sering muncul anggapan keliru bahwa lasik menjadi penyebabnya. Faktanya, pasien yang pernah menjalani lasik tetap dapat menjalani operasi katarak dengan aman apabila diperlukan di kemudian hari.

Karena itu, masyarakat sebaiknya memahami informasi medis berdasarkan penjelasan dokter dan tetap rutin memeriksakan kesehatan mata agar kualitas penglihatan tetap terjaga.