Honda Vario Evo 160 resmi di perkenalkan pada penghujung Juni 2026 sebagai versi penyegaran dari Vario 160. Selain mendapatkan sentuhan desain, skutik ini membawa perubahan pada karakter mesin yang di klaim lebih responsif. Kemampuannya kemudian di uji melalui perjalanan panjang di Pulau Belitung, Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam test ride Honda Vario Evo 160 tersebut, motor di ajak menempuh jarak sekitar 104 kilometer. Rute pengujian memiliki kondisi yang beragam, mulai dari jalan pesisir, kawasan perdesaan, jalur perkotaan, hingga wilayah sub-urban. Oleh karena itu, perjalanan ini memberikan gambaran lebih lengkap mengenai performa dan kenyamanannya.

Perjalanan Dimulai dari Kawasan Pesisir

Pengujian di awali dari kawasan Pantai Bebilai menuju Desa Wisata Kreatif Terong. Jarak yang di tempuh pada rute pertama mencapai sekitar 17 kilometer. Sebagian besar jalannya berada di kawasan pesisir dan perdesaan dengan permukaan aspal relatif mulus.

Selain menawarkan pemandangan khas Belitung, jalur tersebut memberikan ruang yang cukup untuk merasakan kemampuan akselerasi Vario Evo 160. Motor dapat di gunakan dengan santai, tetapi tetap bertenaga ketika pengendara membutuhkan tambahan kecepatan.

Honda Vario Evo 160

Test ride Honda Vario Evo 160 Belitung.

Mesin 160 Cc Terasa Lebih Responsif

Honda Vario Evo 160 di bekali mesin 160 cc, empat katup, eSP+, serta sistem pendingin cairan. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 11,3 kW pada 8.500 rpm. Sementara itu, torsi puncaknya mencapai 14 Nm pada putaran 6.500 rpm.

Ketika melintasi jalan lurus di pesisir Belitung, respons gasnya terasa sigap, khususnya pada putaran bawah sampai menengah. Tarikan awal yang padat membuat motor nyaman di gunakan untuk berakselerasi maupun mendahului kendaraan lain.

Tenaga maksimumnya memang tidak berubah di bandingkan Vario 160 terdahulu. Namun, torsi meningkat dari 13,8 Nm menjadi 14 Nm dan dapat di capai pada putaran mesin yang lebih rendah. Dengan demikian, distribusi tenaga terasa lebih sesuai untuk kebutuhan perjalanan sehari-hari.

Berdasarkan pengujian internal Honda, motor ini mampu menempuh jarak 0–200 meter dalam 11,9 detik. Adapun kecepatan maksimalnya di klaim dapat mencapai 109 kilometer per jam.

Tetap Lincah di Kawasan Perkotaan

Perjalanan selanjutnya mengarah ke Honey Queen Trigona Bee Farm dengan jarak kurang lebih 40 kilometer. Karakter lalu lintas mulai berubah karena rombongan memasuki kawasan perkotaan dan daerah sub-urban yang lebih padat.

Meskipun ukuran bodinya sedikit membesar dan bobotnya bertambah sekitar satu kilogram, motor masih mudah di kendalikan. Perpindahan arah saat melewati tikungan juga dapat di lakukan dengan ringan. Bahkan, pengendara Vario 160 generasi sebelumnya kemungkinan tidak membutuhkan waktu lama untuk menyesuaikan diri.

Suspensi Masih Cenderung Kaku

Dari sisi kenyamanan, suspensinya masih mempertahankan karakter khas skutik Honda yang terasa agak kaku. Karakter tersebut cukup mendukung kestabilan ketika melewati jalan mulus dan tikungan. Namun, guncangan mungkin lebih terasa saat motor melintasi permukaan jalan yang tidak rata.

Secara keseluruhan, test ride Honda Vario Evo 160 di Belitung memperlihatkan bahwa skutik ini tetap lincah, mudah di kendalikan, dan memiliki tarikan mesin responsif. Penyempurnaan torsinya juga membuat performa terasa lebih padat untuk perjalanan perkotaan maupun jarak menengah.