Amazon – kembali menorehkan pencapaian baru dengan membukukan pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada kuartal II 2026. Kinerja impresif tersebut di dorong oleh pertumbuhan pesat bisnis komputasi awan Amazon Web Services (AWS) serta meningkatnya permintaan terhadap layanan kecerdasan buatan (AI).
Pendapatan yang berhasil melampaui angka 200 miliar dollar AS untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa strategi investasi Amazon di sektor cloud dan AI mulai memberikan hasil nyata. Di sisi lain, perusahaan juga terus memperbesar belanja modal untuk membangun infrastruktur yang mampu menopang kebutuhan komputasi AI yang berkembang sangat cepat.
Amazon Lampaui Rekor Pendapatan Kuartalan
Selama periode April hingga Juni 2026, Amazon membukukan pendapatan sebesar 200,6 miliar dollar AS. Dengan kurs sekitar Rp18.060 per dollar AS, nilai tersebut setara lebih dari Rp3.620 triliun.
Capaian tersebut menjadi tonggak penting karena merupakan pertama kalinya Amazon mencatat pendapatan di atas 200 miliar dollar AS dalam satu kuartal. Di bandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 167,7 miliar dollar AS, pendapatan perusahaan meningkat sekitar 20 persen.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan tingginya permintaan terhadap berbagai layanan Amazon, terutama pada sektor cloud computing yang kini menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar perusahaan. Selain memperkuat posisi Amazon di industri teknologi global, peningkatan pendapatan ini juga memperlihatkan bahwa strategi bisnis perusahaan berhasil beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang semakin bergantung pada teknologi digital.
AWS Menjadi Mesin Pertumbuhan Amazon
Kontributor terbesar terhadap peningkatan pendapatan berasal dari Amazon Web Services (AWS). Unit bisnis cloud tersebut membukukan pendapatan sebesar 42,2 miliar dollar AS selama kuartal II 2026.
Angka tersebut meningkat sekitar 37 persen di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu menjadi yang tercepat dalam sekitar empat setengah tahun terakhir atau selama 18 kuartal berturut-turut.
Kinerja AWS juga melampaui proyeksi analis yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan sekitar 31 persen. Dengan capaian tersebut, bisnis cloud Amazon kini menghasilkan pendapatan tahunan yang diperkirakan mencapai sekitar 169 miliar dollar AS.
Tidak hanya dari sisi pendapatan, laba operasional AWS juga mengalami peningkatan signifikan. Pada kuartal II 2026, laba operasional unit bisnis tersebut mencapai 16,6 miliar dollar AS. Naik tajam di bandingkan sekitar 10,2 miliar dollar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Presiden sekaligus CEO Amazon, Andy Jassy, menyebut pertumbuhan AWS menjadi salah satu indikator kuat bahwa kebutuhan terhadap layanan cloud dan AI terus meningkat. Menurutnya, bisnis AI maupun pengembangan chip buatan Amazon kini juga telah menghasilkan pendapatan tahunan yang nilainya masing-masing telah melampaui 25 miliar dollar AS.
Investor Sambut Positif Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang melampaui ekspektasi pasar langsung mendapat respons positif dari para investor. Setelah hasil keuangan di umumkan, harga saham Amazon melonjak lebih dari 9 persen dalam perdagangan setelah penutupan bursa.
Kenaikan tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap arah bisnis Amazon. Selama beberapa waktu terakhir, perusahaan memang menggelontorkan investasi dalam jumlah besar untuk mengembangkan teknologi AI. Kini, pertumbuhan cepat pada bisnis cloud di nilai mulai mampu mengimbangi besarnya biaya investasi tersebut.
Optimisme pasar juga di dorong oleh keyakinan bahwa kebutuhan infrastruktur AI masih akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Amazon.

Amazon mencatat pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada kuartal II 2026.
Amazon Tambah Belanja Modal untuk Infrastruktur AI
Melihat tingginya permintaan terhadap layanan AI, Amazon memutuskan meningkatkan anggaran belanja modal sepanjang 2026.
Perusahaan kini memperkirakan total belanja modal mencapai sekitar 220 miliar dollar AS, atau meningkat sekitar 20 miliar dollar AS di bandingkan estimasi sebelumnya.
Sebagian besar dana tersebut akan di alokasikan untuk membangun pusat data baru, memperluas kapasitas komputasi, serta mengembangkan chip AI yang di rancang khusus guna mendukung layanan kecerdasan buatan generatif.
Pada kuartal II 2026 saja, Amazon telah menginvestasikan sekitar 54,2 miliar dollar AS untuk pembelian properti maupun peralatan pendukung operasional.
Besarnya investasi tersebut berdampak pada arus kas bebas perusahaan. Dalam periode 12 bulan terakhir. Amazon mencatat arus kas bebas negatif sebesar 7,6 miliar dollar AS. Sebelumnya, pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan masih membukukan arus kas bebas positif sebesar 18,2 miliar dollar AS.
Meski demikian, manajemen menilai penurunan arus kas tersebut merupakan konsekuensi wajar dari strategi ekspansi jangka panjang di sektor AI yang di perkirakan akan menjadi motor pertumbuhan perusahaan pada masa mendatang.
Permintaan AI Dinilai Masih Tahap Awal
Andy Jassy meyakini perkembangan industri AI masih berada pada fase awal sehingga peluang pertumbuhan masih sangat besar.
Menurutnya, saat ini terdapat dua kelompok utama yang menjadi pendorong permintaan layanan AI. Kelompok pertama adalah perusahaan pengembang model AI berskala besar yang membutuhkan kapasitas komputasi dalam jumlah sangat besar.
Sementara itu, kelompok kedua terdiri atas perusahaan dari berbagai sektor industri yang mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.
Jassy menilai masih terdapat jutaan beban kerja perusahaan di seluruh dunia yang belum beralih ke teknologi AI. Oleh karena itu, ia optimistis permintaan terhadap layanan cloud dan AI akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Ia juga meyakini bahwa kecerdasan buatan akan mengubah hampir seluruh pengalaman pelanggan. Baik dalam penggunaan layanan digital maupun berbagai aktivitas bisnis sehari-hari.
Investasi di Anthropic Turut Meningkatkan Laba
Selain mencatat kenaikan pendapatan, Amazon juga membukukan laba bersih sebesar 62,6 miliar dollar AS pada kuartal II 2026.
Namun, sebagian besar keuntungan tersebut berasal dari pendapatan non-operasional senilai 53,4 miliar dollar AS. Kontribusi terbesar berasal dari nilai investasi Amazon di perusahaan pengembang AI, Anthropic.
Hubungan antara kedua perusahaan juga semakin erat. Anthropic di ketahui telah berkomitmen menggunakan layanan cloud AWS dengan nilai lebih dari 100 miliar dollar AS dalam beberapa tahun ke depan.
Melalui kerja sama tersebut, Amazon tidak hanya berperan sebagai investor. Tetapi juga menjadi penyedia infrastruktur cloud utama yang mendukung pengembangan berbagai model AI milik Anthropic. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat posisi AWS sebagai salah satu penyedia layanan komputasi awan terbesar yang mendukung perkembangan industri kecerdasan buatan secara global.