Toyota Land Cruiser 300 Hybrid mencatat respons kuat dari konsumen Indonesia setelah Toyota memperkenalkan SUV elektrifikasi tersebut pada GIIAS 2026. Minat yang muncul bahkan membuat PT Toyota-Astra Motor (TAM) menghadapi kondisi ketika permintaan konsumen melampaui kuota unit yang tersedia.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, mengungkap gambaran ketertarikan konsumen melalui komposisi penjualan selama GIIAS 2026. Menurut Bansar, varian hybrid menyumbang sekitar 30 hingga 40 persen dari penjualan Land Cruiser selama pameran tersebut.

Angka itu memperlihatkan bahwa sebagian konsumen mulai menerima teknologi elektrifikasi pada kendaraan berukuran besar. Terlebih, Land Cruiser selama ini mengandalkan kemampuan untuk menghadapi beragam kondisi jalan, termasuk medan yang menuntut kemampuan off-road.

Minat Land Cruiser 300 Hybrid Melampaui Perkiraan

Toyota sebelumnya memperkirakan konsumen mungkin mempertimbangkan lebih banyak hal sebelum memilih SUV elektrifikasi untuk menghadapi medan berat. Perusahaan melihat kemungkinan munculnya keraguan terhadap penggunaan teknologi hybrid pada kendaraan dengan karakter seperti Land Cruiser.

Namun, respons pasar selama GIIAS 2026 menunjukkan kondisi berbeda. Konsumen tetap menaruh minat pada varian hybrid meskipun Toyota memasangkan sistem elektrifikasi pada SUV yang memiliki kemampuan menjelajah berbagai medan.

Bansar menjelaskan kondisi tersebut ketika berada di Yogyakarta pada 15 September 2026. Menurutnya, Toyota awalnya memperkirakan calon pembeli akan ragu memilih teknologi elektrifikasi untuk SUV yang berpotensi menghadapi medan berat. Pada kenyataannya, konsumen tetap memberikan respons positif.

Tingginya ketertarikan tersebut kemudian menghadirkan tantangan tersendiri bagi Toyota. Bansar menyebut perusahaan saat ini belum mempunyai kuota Land Cruiser Hybrid untuk mengakomodasi seluruh permintaan yang masuk.

Meski menghadapi keterbatasan tersebut, Toyota berupaya mencari cara agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen terhadap model ini.

Mesin V6 Twin-Turbo Dipadukan Motor Listrik

Toyota membawa Land Cruiser 300 Hybrid dan Land Cruiser 300 GR Sport Hybrid ke Indonesia melalui GIIAS 2026 pada 29 Juli 2026. Kehadiran dua model tersebut sekaligus memperluas pilihan teknologi pada keluarga Land Cruiser di pasar nasional.

Toyota membekali Land Cruiser 300 HEV dengan mesin bensin V6 berkapasitas 3.445 cc. Mesin twin-turbo berkode V35A-FTS tersebut bekerja bersama motor listrik untuk menghasilkan tenaga yang besar.

Gabungan mesin bensin dan motor listrik mampu menghasilkan tenaga total 457 PS atau sekitar 450 Tk. Sementara itu, torsinya mencapai 790 Nm.

Sistem hybrid tersebut tidak hanya berperan dalam aspek elektrifikasi. Toyota juga mengandalkan kombinasi mesin dan motor listrik untuk mendukung respons akselerasi sekaligus meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Dengan konfigurasi tersebut, Toyota tetap mempertahankan karakter Land Cruiser sebagai SUV yang dapat menghadapi berbagai kondisi permukaan jalan. Kehadiran motor listrik juga memberikan dukungan tenaga ketika pengemudi membutuhkan respons kendaraan secara cepat.

Toyota Land Cruiser 300 Hybrid

Ilustrasi Toyota Land Cruiser FJ dan Land Cruiser HEV.

Performa Hybrid Tetap Mendukung Medan Berat

Kemampuan menghadapi medan di luar jalan beraspal menjadi salah satu perhatian utama karena Land Cruiser memiliki karakter kuat sebagai kendaraan penjelajah. Bansar turut merasakan performa Land Cruiser 300 Hybrid ketika kendaraan melewati area berpasir.

Menurut pengalamannya, SUV tersebut mampu memberikan akselerasi kuat sekaligus mempertahankan kenyamanan. Ketika melintasi permukaan berpasir, kendaraan tetap dapat bergerak dengan baik sehingga kondisi medan tersebut tidak banyak mengurangi kenyamanan berkendara.

Pengalaman itu menjadi salah satu gambaran mengenai cara Toyota menggabungkan teknologi hybrid dengan karakter dasar Land Cruiser. Elektrifikasi tidak membuat Toyota meninggalkan kemampuan kendaraan dalam menghadapi kondisi jalan yang menantang.

Selain itu, Bansar menyebut sistem hybrid pada Land Cruiser mampu menawarkan performa lebih baik dibandingkan varian diesel. Kombinasi tenaga dari mesin V6 twin-turbo dan motor listrik menjadi bagian penting dari karakter performa model tersebut.

Respons Konsumen Jadi Catatan Penting bagi Toyota

Porsi penjualan hybrid yang mencapai sekitar 30 sampai 40 persen selama GIIAS 2026 memberikan gambaran awal mengenai penerimaan konsumen terhadap Land Cruiser 300 Hybrid. Respons tersebut sekaligus melampaui kekhawatiran awal Toyota mengenai potensi keraguan calon pembeli.

Kini, persoalan yang Toyota hadapi justru berkaitan dengan ketersediaan unit. Permintaan sudah muncul, sementara perusahaan belum mempunyai kuota yang cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan konsumen.

Kondisi tersebut membuat Toyota berupaya semaksimal mungkin untuk mengakomodasi permintaan pelanggan. Namun, perusahaan belum memberikan rincian mengenai jumlah unit yang konsumen pesan maupun kapan tambahan kuota Land Cruiser 300 Hybrid akan tersedia.

Kehadiran Toyota Land Cruiser 300 Hybrid di Indonesia akhirnya menunjukkan bahwa penggunaan teknologi elektrifikasi tidak hanya menarik perhatian pada kendaraan perkotaan. Respons konsumen selama GIIAS 2026 juga memperlihatkan adanya ketertarikan terhadap sistem hybrid pada SUV besar yang tetap mengandalkan tenaga dan kemampuan menghadapi medan berat.