7 Smart Glasses AI Berkamera – Kacamata pintar atau smart glasses dengan kamera bawaan semakin diminati seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Perangkat ini menawarkan cara praktis untuk mengambil foto dan merekam video dari sudut pandang orang pertama (first-person view/FPV) tanpa harus mengeluarkan ponsel dari saku.

Selama ini, Ray-Ban Meta menjadi salah satu produk yang paling dikenal di segmen tersebut. Namun, persaingan di pasar smart glasses kini semakin ramai. Berbagai perusahaan teknologi menghadirkan perangkat serupa dengan kemampuan yang tidak kalah menarik, mulai dari penerjemahan bahasa secara langsung, pengenalan objek, hingga asisten virtual berbasis AI.

Berikut sejumlah smart glasses berkamera yang layak menjadi alternatif selain Ray-Ban Meta.

Meta Glasses Hadir dengan AI dan Kamera 12 MP

Meta memperluas lini perangkat wearable-nya melalui Meta Glasses yang diperkenalkan pada 2026. Produk ini menjadi pilihan baru di luar kolaborasi Meta dengan Ray-Ban maupun Oakley.

Perangkat tersebut mengusung kamera 12 megapiksel yang mampu merekam video hingga resolusi 3K. Selain itu, Meta menyematkan speaker terbuka (open-ear speaker), mikrofon berkualitas tinggi, dan teknologi Meta AI berbasis Muse Spark untuk mendukung berbagai aktivitas pengguna.

Meta juga menawarkan beragam pilihan bingkai dan lensa, termasuk opsi lensa resep sehingga dapat digunakan sebagai kacamata harian.

Oakley Meta Vanguard untuk Aktivitas Outdoor

Bagi pengguna yang aktif berolahraga, Oakley Meta Vanguard menjadi salah satu pilihan menarik. Desainnya memang di kembangkan untuk menunjang kegiatan luar ruangan seperti bersepeda, berlari, maupun hiking.

Kamera 12 MP di tempatkan di bagian tengah bingkai agar mampu menangkap video dari perspektif pengguna secara lebih akurat. Selain itu, perangkat ini dapat terhubung dengan berbagai layanan kebugaran seperti Garmin, Strava, dan Apple Health.

Meta AI yang terintegrasi juga mampu memberikan ringkasan aktivitas olahraga sehingga pengguna dapat memantau performa dengan lebih mudah.

TCL RayNeo X3 Pro Usung Teknologi AR

TCL turut meramaikan pasar smart glasses melalui RayNeo X3 Pro. Perangkat ini memadukan teknologi AI dan augmented reality (AR) dalam satu produk.

RayNeo X3 Pro menggunakan kamera Sony 12 MP yang mendukung perekaman video hingga resolusi 4K. Selain itu, perangkat ini di bekali layar transparan MicroLED yang mampu menampilkan berbagai informasi secara langsung di depan mata pengguna.

Kinerja perangkat di tenagai chipset Snapdragon AR1 Gen 1 dan di dukung Google Gemini sebagai asisten AI. Kehadiran teknologi tersebut memungkinkan pengguna memperoleh navigasi, menerjemahkan bahasa, hingga menggunakan perintah suara dengan lebih praktis.

Snap Spectacles Fokus pada Pengalaman AR

Snap Inc., perusahaan yang mengembangkan Snapchat, juga memiliki lini smart glasses bernama Snap Spectacles.

Generasi terbarunya di bekali kamera ganda yang mampu merekam video dari sudut pandang pengguna. Seluruh hasil rekaman dapat langsung tersinkronisasi ke aplikasi Snapchat sehingga proses berbagi konten menjadi lebih mudah.

Selain kemampuan fotografi dan videografi, perangkat ini juga di rancang untuk mendukung pengembangan aplikasi berbasis augmented reality. Karena itu, Snap Spectacles banyak di minati oleh kalangan pengembang maupun kreator digital.

Smart glasses berkamera dengan fitur AI dari Meta, TCL, Xiaomi, Huawei, Snap, Oakley, dan Solos.

Meta Glasses debut dalam tiga model, meliputi Fury, Adventurer, dan Starfire Kylie Edition.

Solos AirGo Vision Menggabungkan AI dan Kamera

Solos AirGo Vision hadir dengan desain yang menyerupai kacamata biasa sehingga nyaman di gunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Perangkat ini di lengkapi kamera yang mampu mengambil foto sekaligus merekam video. Di sisi lain, teknologi AI yang di sematkan dapat mengenali objek, menerjemahkan percakapan secara langsung, hingga memberikan informasi berdasarkan apa yang sedang dilihat pengguna.

Kombinasi tersebut membuat AirGo Vision tidak hanya berfungsi sebagai perangkat dokumentasi, tetapi juga sebagai asisten pintar dalam berbagai situasi.

Xiaomi AI Glasses Andalkan Ekosistem Pintar

Xiaomi menghadirkan AI Glasses sebagai pesaing langsung berbagai smart glasses premium yang telah lebih dulu hadir di pasar.

Perangkat ini membawa kamera bawaan untuk mengambil gambar dan merekam video. Selain itu, Xiaomi melengkapinya dengan berbagai fitur AI visual seperti pengenalan objek, penerjemahan teks, hingga pencarian berbasis gambar.

Integrasi dengan ekosistem perangkat Xiaomi menjadi salah satu nilai tambah karena memungkinkan pengguna menghubungkan kacamata dengan berbagai perangkat pintar lainnya secara lebih mudah.

Huawei AI Glasses Tawarkan Integrasi HarmonyOS

Huawei juga menghadirkan AI Glasses yang memadukan desain elegan dengan berbagai fitur pintar.

Beberapa varian terbaru telah di lengkapi kamera untuk mengambil foto maupun merekam video. Selain itu, perangkat ini mendukung navigasi, penerjemahan bahasa, kontrol suara, hingga integrasi dengan ekosistem HarmonyOS.

Dengan desain yang tetap menyerupai kacamata konvensional, perangkat ini di rancang agar nyaman di gunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Lampu Indikator Jadi Fitur Privasi Utama

Meski setiap produsen menawarkan fitur yang berbeda, hampir seluruh smart glasses berkamera saat ini telah di bekali lampu indikator LED sebagai fitur keamanan dan privasi.

Lampu tersebut akan menyala ketika kamera aktif mengambil foto atau merekam video. Kehadiran indikator visual ini bertujuan memberi tahu orang di sekitar bahwa proses perekaman sedang berlangsung sehingga dapat mengurangi potensi penyalahgunaan perangkat.

Meta menjadi salah satu perusahaan yang menerapkan aturan cukup ketat. Pengguna tidak di perbolehkan menutup ataupun memodifikasi lampu indikator pada Ray-Ban Meta, Meta Glasses, maupun Oakley Meta. Bahkan, melalui pembaruan perangkat lunak, sistem akan menonaktifkan kamera secara otomatis apabila mendeteksi adanya perubahan pada indikator tersebut.

Produsen lain seperti TCL, Snap, Solos, Xiaomi, dan Huawei juga menerapkan konsep serupa dengan menempatkan lampu indikator di bagian depan bingkai. Langkah ini menunjukkan bahwa aspek privasi kini menjadi perhatian penting dalam pengembangan perangkat smart glasses, seiring meningkatnya kemampuan kamera dan teknologi AI yang di sematkan pada produk-produk terbaru.