Kesepakatan Minyak Venezuela Dan AS menjadi perhatian setelah Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menegaskan bahwa negaranya tetap memegang kepemilikan serta kedaulatan atas sumber daya energi nasional. Pemerintah Venezuela menyampaikan penegasan tersebut setelah Washington memperoleh akses besar terhadap cadangan minyak negara Amerika Selatan itu melalui kerja sama jangka panjang.
Rodriguez menjelaskan bahwa kerja sama dengan Amerika Serikat mencakup sekitar 65 miliar barrel minyak Venezuela. Kedua pihak merancang kesepakatan tersebut untuk berlangsung selama 25 tahun.
Menurut Rodriguez, pemerintah Venezuela melihat kerja sama itu sebagai salah satu cara untuk menghidupkan kembali sekaligus memperluas industri minyak nasional. Meski melibatkan modal dan perusahaan asing, Caracas tetap mengklaim kendali atas sumber daya alamnya.
Dalam pidato yang ia sampaikan melalui televisi pada Sabtu (29/8/2026), Rodriguez menekankan bahwa Venezuela tidak menyerahkan kepemilikan sumber daya minyak kepada pihak lain. Pemerintah, menurutnya, tetap mempertahankan kedaulatan negara atas kekayaan tersebut.
Venezuela Siapkan Pengembangan 17 Ladang Minyak Strategis
Pemerintah Venezuela memasukkan pengembangan 17 ladang minyak strategis ke dalam proyek kerja sama tersebut. Rodriguez menyebut proyek tahap awal menargetkan produksi minyak hingga 1,5 juta barrel per hari.
Selain mengoptimalkan ladang yang sudah masuk dalam rencana, Caracas juga ingin memperluas kegiatan sektor energi melalui delapan blok minyak baru. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memulihkan industri energi yang menghadapi berbagai tekanan selama beberapa tahun terakhir.
Venezuela memiliki salah satu cadangan minyak terbesar di dunia. Namun, persoalan infrastruktur, keterbatasan investasi, serta tekanan sanksi telah menghambat kemampuan negara itu dalam mengoptimalkan produksi.
Karena itu, pemerintah berharap keterlibatan modal, teknologi, dan keahlian operasional dari luar negeri dapat mempercepat pemulihan sektor energi. Meski demikian, Rodriguez menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melepaskan hak Venezuela atas sumber daya alamnya.
Caracas Perkirakan Pendapatan Besar dari Penjualan Minyak
Skema ekonomi dalam kesepakatan minyak Venezuela dan AS juga mengatur pendapatan yang akan di terima Caracas. Rodriguez mengatakan Venezuela akan memperoleh 19 dollar AS atau sekitar Rp337.364 untuk setiap barrel minyak yang di produksi dan di jual kepada Amerika Serikat.
Berdasarkan perhitungan pemerintah Venezuela, mekanisme tersebut dapat membuka potensi pendapatan hingga 209 miliar dollar AS atau sekitar Rp3.711 triliun per tahun. Namun, realisasi nilai tersebut tetap bergantung pada produksi dan pergerakan harga minyak di pasar.
Pemerintah Venezuela berharap pendapatan dari sektor energi dapat memberikan ruang lebih besar bagi pemulihan ekonomi nasional. Pada saat yang sama, investasi asing di harapkan mampu membantu memperbaiki fasilitas produksi serta infrastruktur minyak yang mengalami berbagai kendala.
Caracas juga menilai kerja sama dengan perusahaan internasional dapat memberikan akses terhadap teknologi dan kemampuan operasional yang Venezuela butuhkan untuk meningkatkan produksi.

Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez meyakinkan rakyat bahwa negaranya tetap memiliki kendali dan kedaulatan atas sumber daya minyak, meski kesepakatan baru dengan Amerika Serikat (AS) memberikan Washington akses signifikan terhadap cadangan minyak Venezuela.
Donald Trump Sebut Kesepakatan Minyak Terbesar dalam Sejarah
Pernyataan Rodriguez muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana Washington untuk memperoleh kendali sebagian terhadap cadangan minyak Venezuela.
Trump bahkan menyebut kerja sama tersebut sebagai kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah. Melalui perjanjian itu, Amerika Serikat memperoleh akses signifikan terhadap cadangan energi Venezuela.
Sejumlah perusahaan asing, termasuk perusahaan asal AS, juga akan mengambil bagian dalam pemulihan infrastruktur minyak Venezuela. Pemerintah berharap keterlibatan perusahaan-perusahaan tersebut dapat mempercepat peningkatan kapasitas produksi.
Pejabat Venezuela kini menyiapkan sejumlah perjanjian lanjutan yang rencananya akan mereka tandatangani pada pekan berikutnya. Perusahaan yang terlibat nantinya dapat memperoleh hak baru untuk menjalankan eksplorasi dan produksi minyak.
Chevron termasuk perusahaan Amerika Serikat yang disebut akan mengambil bagian dalam skema tersebut.
AS Berupaya Menekan Harga Bahan Bakar
Washington mengumumkan kesepakatan energi itu ketika pemerintah AS berupaya menekan harga bahan bakar. Situasi tersebut berlangsung sekitar enam bulan setelah perang dengan Iran dimulai.
Akses terhadap minyak Venezuela berpotensi memberikan sumber pasokan tambahan bagi Amerika Serikat. Di sisi lain, Venezuela melihat peluang tersebut sebagai jalan untuk memperoleh investasi dan teknologi yang diperlukan guna memperbaiki sektor minyak.
Walaupun demikian, hubungan kedua negara tidak terlepas dari perubahan politik besar yang terjadi di Venezuela.
Caracas menghadapi tekanan kuat dari Washington sejak Januari 2026. Pada periode tersebut, pasukan khusus Amerika Serikat menangkap Nicolas Maduro, yang saat itu menjabat sebagai Presiden Venezuela. Setelah peristiwa tersebut, Delcy Rodriguez mengambil alih kepemimpinan pemerintahan sementara.
Hampir sembilan bulan setelah perubahan kekuasaan tersebut, Rodriguez kini menghadapi tantangan untuk memulihkan perekonomian sekaligus mempertahankan kendali Venezuela atas aset strategis nasional.
Kedaulatan Minyak Jadi Sorotan Utama Venezuela
Besarnya akses yang Amerika Serikat peroleh membuat persoalan kedaulatan menjadi salah satu bagian paling sensitif dari kerja sama tersebut. Pemerintah Venezuela berusaha meyakinkan masyarakat bahwa keterlibatan Washington tidak berarti negara kehilangan kepemilikan terhadap cadangan minyaknya.
Melalui kesepakatan minyak Venezuela dan AS, Caracas memilih memanfaatkan investasi, teknologi, dan pengalaman perusahaan asing untuk mempercepat pemulihan sektor energi. Pada saat bersamaan, pemerintah berjanji tetap menjaga hak negara atas sumber daya minyak.
Keberhasilan strategi tersebut akan sangat bergantung pada pelaksanaan kesepakatan, peningkatan produksi, harga minyak dunia, serta kemampuan pemerintah menarik investasi baru. Selain itu, dinamika hubungan politik antara Caracas dan Washington juga dapat menentukan perjalanan kerja sama selama 25 tahun mendatang.
Dengan cadangan sekitar 65 miliar barrel yang masuk dalam cakupan kesepakatan, proyek tersebut berpotensi mengubah arah industri energi Venezuela sekaligus memperkuat posisi minyak negara itu dalam strategi energi Amerika Serikat.