FIFA Batalkan Rencana Penjualan Saham Piala Dunia setelah mendapat tekanan besar dari berbagai pihak di dunia sepak bola. Federasi Sepak Bola Internasional tersebut sebelumnya berencana membuka peluang investasi swasta melalui perusahaan khusus yang mengelola aspek komersial dan operasional turnamen sepak bola terbesar di dunia itu. Namun, gelombang kritik dari suporter, asosiasi sepak bola, hingga konfederasi regional membuat FIFA akhirnya menghentikan rencana tersebut.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengumumkan keputusan itu melalui pernyataan resmi pada Jumat (31/7/2026). Ia menjelaskan bahwa FIFA mendengar berbagai masukan dari pihak terkait sebelum mengambil keputusan akhir mengenai proyek investasi tersebut.

Menurut Infantino, rencana tersebut justru memunculkan perpecahan di antara berbagai elemen sepak bola global. Kondisi itu membuat FIFA memilih untuk tidak melanjutkan proposal yang sebelumnya bertujuan meningkatkan nilai komersial Piala Dunia.

“Setelah mendengarkan dengan saksama semua pandangan, jelas bahwa proyek ini menciptakan perpecahan yang tidak lagi sesuai dengan tujuan awal,” ujar Infantino. Ia menegaskan bahwa FIFA selalu memiliki tujuan utama untuk menyatukan dunia melalui sepak bola dan terus melakukan pengembangan terhadap olahraga tersebut.

Rencana Investasi Swasta FIFA Menuai Kontroversi

FIFA memunculkan ide penjualan saham komersial Piala Dunia pada Selasa (28/7/2026). Saat itu, FIFA dan Gianni Infantino mengumumkan rencana pembentukan anak perusahaan baru yang memiliki tugas mengelola hak komersial serta aktivitas operasional turnamen.

Melalui perusahaan tersebut, FIFA ingin melibatkan investor ekuitas swasta untuk mendukung pengembangan bisnis Piala Dunia. FIFA menyampaikan bahwa pendapatan dari investasi tersebut nantinya akan kembali digunakan untuk mendukung perkembangan sepak bola di berbagai wilayah.

Namun, rencana tersebut langsung mendapat respons negatif dari banyak pihak. Sejumlah organisasi sepak bola menilai keterlibatan modal swasta dalam pengelolaan Piala Dunia dapat mengubah karakter utama turnamen tersebut.

UEFA menjadi salah satu pihak yang paling keras menentang rencana tersebut. Organisasi sepak bola Eropa itu menilai investasi swasta berpotensi mengganggu prinsip tata kelola sepak bola serta mengancam nilai tradisional olahraga yang selama ini menjadi bagian penting dari Piala Dunia.

Tidak hanya UEFA, beberapa konfederasi lain juga menunjukkan sikap penolakan. Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF), serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), menyampaikan keberatan terhadap proposal FIFA.

Meski kedua konfederasi tersebut tidak mengeluarkan ancaman boikot, mereka tetap mempertanyakan arah kebijakan FIFA terkait rencana penjualan saham tersebut. Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Oseania menyatakan akan membahas proposal tersebut dalam pertemuan komite eksekutif pada Agustus.

FIFA Batalkan Rencana Penjualan Saham

Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keterangan kepada wartawan pada sehari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/6/2026).

UEFA Sempat Ancam Boikot Piala Dunia

Tekanan terhadap FIFA semakin besar ketika UEFA mengambil sikap tegas pada Kamis (30/7/2026). Organisasi tersebut bahkan membuka kemungkinan untuk melakukan boikot dan menunda partisipasi dalam ajang Piala Dunia pria maupun wanita pada masa mendatang.

Ancaman tersebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan tekanan kepada Gianni Infantino. Sikap UEFA kemudian memperlihatkan bahwa rencana FIFA tidak hanya menghadapi kritik dari kelompok suporter, tetapi juga dari lembaga sepak bola besar di tingkat internasional.

Sebelum membatalkan rencana tersebut, FIFA sempat memberikan tanggapan terhadap berbagai kritik yang muncul. Pada Kamis malam, FIFA menyatakan masih ingin melanjutkan proses konsultasi dengan pihak-pihak terkait dan belum mengambil langkah mundur.

Akan tetapi, situasi berubah setelah tekanan semakin kuat. Penolakan yang meluas membuat FIFA akhirnya memilih menghentikan proyek tersebut demi menjaga stabilitas hubungan dengan komunitas sepak bola global.

Posisi Infantino Semakin Tertekan

Keputusan FIFA membatalkan rencana penjualan saham Piala Dunia juga terjadi ketika posisi Gianni Infantino menghadapi tekanan besar. Pada Jumat pagi, salah satu penasihat seniornya, Carlos Cordeiro, memutuskan mengundurkan diri sebagai bentuk penolakan terhadap proposal investasi tersebut.

Pengunduran diri Cordeiro menjadi tanda bahwa kontroversi internal juga mulai memengaruhi lingkungan kerja di sekitar kepemimpinan FIFA. Situasi tersebut membuat Infantino semakin berada dalam sorotan setelah sebelumnya menghadapi kritik terkait rencana perubahan sistem pengelolaan komersial Piala Dunia.

Pada akhirnya, FIFA memilih mengutamakan persatuan dalam sepak bola dibandingkan meneruskan rencana investasi yang memicu perdebatan luas. Pembatalan penjualan saham Piala Dunia menunjukkan bahwa keputusan bisnis dalam olahraga global tetap harus mempertimbangkan suara federasi, pemain, suporter, dan berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap masa depan sepak bola.