Musisi Indonesia – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara menunjukkan dukungan penuh terhadap partisipasi Jakarta Concert Orchestra dan Batavia Madrigal Singers dalam Ankara International Music Festival ke-40. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 11 dan 12 April 2026, serta menjadi salah satu ajang penting dalam memperkenalkan budaya Indonesia di tingkat internasional.
Dalam konteks diplomasi budaya, kehadiran para musisi Indonesia di Turki mencerminkan upaya aktif pemerintah dalam memperkuat hubungan antarnegara melalui seni. Oleh karena itu, penampilan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada masyarakat global.
Peran Musik dalam Membangun Hubungan Internasional
Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, menekankan pentingnya musik sebagai media yang mampu menyatukan berbagai latar belakang budaya. Menurutnya, musik memiliki kekuatan universal yang dapat mempererat hubungan antarbangsa tanpa memandang perbedaan bahasa maupun tradisi.
Selain itu, ia menilai bahwa penampilan musisi Indonesia di bawah arahan Avip Priatna menunjukkan kualitas seni yang tinggi. Dengan demikian, Indonesia mampu menampilkan citra sebagai negara yang kreatif, terbuka, dan kaya akan talenta.
Lebih lanjut, Dubes Rizal mengungkapkan bahwa salah satu momen paling berkesan dalam pertunjukan tersebut terjadi saat lagu “Indonesia Pusaka” dibawakan. Hal ini menunjukkan bahwa karya musik nasional mampu menyentuh emosi penonton lintas budaya.

Jakarta Concert Orchestra dan Batavia Madrigal Singers saat tampil pada The 40th International Ankara Music Festival di Ankara, Turki, pada Sabtu (11/4/2026).
Repertoar Musik yang Mencerminkan Keragaman Indonesia
Pada hari pertama pertunjukan, JCO dan BMS menampilkan berbagai karya musik Indonesia yang menggambarkan keberagaman budaya. Sebagai contoh, mereka membawakan lagu “Sepasang Mata Bola” karya Ismail Marzuki serta “Tanah Air” ciptaan Saridjah Niung.
Selain itu, mereka juga memperkenalkan lagu daerah seperti “Bubuy Bulan” dari Jawa Barat dan “Sik-Sik Batu Manikam” dari Sumatera Utara. Dengan pilihan lagu tersebut, penonton dapat merasakan kekayaan budaya Indonesia dari berbagai wilayah.
Pada hari kedua, para musisi kembali tampil dengan membawakan kombinasi lagu nasional dan internasional. Di antaranya, lagu “Somewhere Over The Rainbow” yang dipopulerkan oleh Judy Garland serta “Bahasa Kalbu” yang diciptakan oleh Titi DJ, Andi Rianto, dan Dorie Kalmas.
Dukungan Musisi dan Antusiasme Penonton
Penampilan orkestra dan paduan suara tersebut semakin kuat dengan dukungan sejumlah solois berbakat. Di antaranya, James Napoleon Lai pada piano, Giovani Biga pada biola, serta Metta F. Ariono dan Marini Widyastari pada flute. Selain itu, Nino Ario Wijaya turut berkontribusi melalui permainan klarinetnya.
Selama dua hari pertunjukan, sekitar 1.500 penonton hadir untuk menyaksikan penampilan tersebut. Tidak hanya masyarakat lokal, sejumlah mahasiswa Indonesia di Turki juga datang untuk memberikan dukungan.
Di samping itu, beberapa tamu kehormatan turut menghadiri acara tersebut, termasuk perwakilan diplomatik dari berbagai negara serta pejabat dari Kementerian Luar Negeri Turki. Hal ini menunjukkan bahwa acara tersebut memiliki daya tarik yang luas di kalangan internasional.
Festival Ankara sebagai Ajang Budaya Internasional
Festival ini diselenggarakan oleh Sevda-Cenap and Music Foundation dengan dukungan penuh dari pemerintah Turki. Sejak tahun 1993, festival ini juga menjadi bagian dari jaringan European Festival Association.
Dengan reputasi tersebut, Ankara International Music Festival menjadi salah satu ajang bergengsi yang mempertemukan musisi dari berbagai negara. Oleh sebab itu, partisipasi Indonesia dalam festival ini memberikan peluang besar untuk memperluas jaringan budaya dan meningkatkan citra di mata dunia.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, keikutsertaan Jakarta Concert Orchestra dan Batavia Madrigal Singers dalam festival musik di Ankara menunjukkan keberhasilan diplomasi budaya Indonesia. Melalui musik, Indonesia mampu memperkenalkan identitasnya secara elegan dan menarik perhatian masyarakat internasional.
Selain itu, dukungan penuh dari KBRI Ankara serta antusiasme penonton menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antarbangsa. Pada akhirnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga meningkatkan apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia di kancah global.