Kerbau Albino Seekor kerbau albino langka di Bangladesh mendadak viral menjelang Idul Adha 2026. Warga setempat menjulukinya “Donald Trump” karena hewan tersebut memiliki jambul pirang yang mirip gaya rambut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Popularitas kerbau unik itu meningkat setelah foto dan videonya menyebar di media sosial. Banyak warga datang langsung ke peternakan hanya untuk melihat hewan tersebut dari dekat. Sebagian pengunjung bahkan rela menempuh perjalanan jauh demi bertemu kerbau albino itu.
Fenomena tersebut membuat kerbau “Donald Trump” menjadi salah satu hewan paling terkenal di Bangladesh menjelang Idul Adha tahun ini.
Pemerintah Bangladesh Batalkan Penyembelihan
Pemilik peternakan awalnya menjual kerbau tersebut sebagai hewan kurban Idul Adha 2026. Namun, pemerintah Bangladesh akhirnya menghentikan rencana penyembelihan karena tingginya perhatian masyarakat.
Kementerian Dalam Negeri Bangladesh menilai lonjakan pengunjung dapat memicu gangguan keamanan. Warga terus berdatangan ke lokasi peternakan setiap hari. Kondisi itu membuat situasi semakin sulit dikendalikan.
Pejabat pemerintah kemudian mengambil keputusan pada saat terakhir demi menjaga ketertiban masyarakat. Pemerintah juga meminta pembeli menerima pengembalian dana penuh.
Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Salahuddin Ahmed, memerintahkan petugas memindahkan kerbau tersebut ke kebun binatang nasional di Dhaka. Pemerintah berharap langkah itu dapat menjaga keselamatan hewan langka tersebut.

Seekor kerbau albino yang dijuluki Donald Trump untuk dijual menjelang Idul Adha di sebuah peternakan di Narayanganj, Bangladesh.
Jambul Pirang Membuat Kerbau Ini Viral
Kerbau albino tersebut menarik perhatian bukan hanya karena warna tubuhnya. Jambul pirang di bagian kepala juga membuat penampilannya terlihat berbeda dari kerbau lain.
Pemilik peternakan, Ziauddin Mridha, menjelaskan bahwa adiknya pertama kali memberi nama “Donald Trump” kepada kerbau itu. Keluarganya merasa gaya rambut hewan tersebut sangat mirip dengan ciri khas rambut Presiden Amerika Serikat tersebut.
Selain memiliki penampilan unik, kerbau itu juga terkenal jinak dan tenang. Banyak pengunjung merasa nyaman saat mendekati atau berfoto bersama hewan tersebut.
Mridha menjelaskan bahwa kerbau albino membutuhkan perawatan lebih intensif dibandingkan kerbau biasa. Ia memberi makan lebih sering dan membersihkan tubuh hewan tersebut secara rutin. Ia juga memandikan kerbau itu setiap hari agar kondisi kulit dan bulunya tetap sehat.
Kerbau Albino Sangat Jarang di Bangladesh
Kerbau albino termasuk hewan yang sangat langka di Bangladesh. Sebagian besar ternak di negara itu memiliki warna hitam atau cokelat gelap. Karena itu, kemunculan kerbau putih dengan jambul pirang langsung menarik perhatian masyarakat.
Kondisi albino muncul akibat kelainan genetik yang memengaruhi produksi pigmen warna pada tubuh hewan. Akibat kondisi tersebut, hewan albino memiliki warna kulit dan bulu yang jauh lebih terang.
Keunikan itu membuat kerbau “Donald Trump” menjadi daya tarik tersendiri di tengah ramainya penjualan hewan kurban. Banyak warga memanfaatkan kesempatan untuk mengambil foto dan merekam video bersama hewan tersebut.
Popularitas kerbau albino itu juga terus meningkat di media sosial. Banyak pengguna internet dari luar Bangladesh ikut membicarakan hewan unik tersebut.
Kebun Binatang Nasional Akan Merawat Kerbau Albino
Setelah pemerintah membatalkan penyembelihan, petugas segera membawa kerbau albino itu ke kebun binatang nasional di Dhaka. Pengelola kebun binatang akan menjaga kesehatan dan merawat hewan tersebut secara khusus.
Banyak warga mendukung keputusan pemerintah tersebut. Mereka berharap kerbau langka itu tetap hidup dan menjadi koleksi satwa unik di Bangladesh.
Sebagian masyarakat menilai hewan langka seperti itu lebih cocok menjadi sarana edukasi daripada hewan kurban. Kehadiran kerbau albino juga dapat membantu masyarakat memahami kondisi genetik langka pada hewan ternak.
Selain itu, keberadaan hewan unik seperti ini mampu menarik perhatian wisatawan dan pengunjung kebun binatang.
Kesimpulan
Kerbau albino bernama “Donald Trump” berhasil menarik perhatian masyarakat Bangladesh karena penampilannya yang unik. Jambul pirang di kepalanya membuat banyak orang mengaitkannya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Popularitas yang terus meningkat akhirnya mendorong pemerintah Bangladesh membatalkan penyembelihan hewan tersebut pada Idul Adha 2026. Kini, kebun binatang nasional di Dhaka akan merawat kerbau albino itu agar tetap aman dan sehat.
Fenomena ini juga menunjukkan besarnya pengaruh media sosial dalam membuat hewan langka menjadi terkenal dalam waktu singkat.