Jatinegara Terbakar – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di wilayah Jakarta Timur. Kali ini, api melalap sejumlah bangunan kontrakan di kawasan Cempedak, Jatinegara, pada Rabu sore. Meski kebakaran menghanguskan beberapa bangunan dan memaksa warga kehilangan tempat tinggal sementara, petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. Tim pemadam kebakaran segera melakukan upaya pengendalian api agar kobaran tidak merembet ke bangunan lain di sekitar area permukiman padat penduduk tersebut.

Lima Bangunan Kontrakan Terdampak Kebakaran

Perwira piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Edi Purwoko, menjelaskan bahwa kebakaran menghanguskan lima bangunan kontrakan dengan luas area terbakar mencapai sekitar 400 meter persegi.

Bangunan yang terbakar terdiri atas rumah petak, kios percetakan, bengkel, serta tempat tinggal warga. Akibat kejadian tersebut, sekitar lima kepala keluarga atau sebanyak 28 jiwa terdampak dan harus mengungsi sementara waktu.

Meski kerusakan bangunan cukup besar, petugas memastikan seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Karena itu, kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka serius.

Petugas Kerahkan Puluhan Personel Pemadam

Untuk mengendalikan kobaran api, Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 50 personel ke lokasi kejadian. Petugas langsung fokus melakukan pemadaman di titik api utama agar api tidak merambat ke bangunan lain.

Menurut Edi, petugas tidak menghadapi kendala besar selama proses pemadaman berlangsung. Lokasi kebakaran yang dekat dengan sumber air membantu petugas mempercepat proses pengendalian api.

Petugas memanfaatkan aliran air dari kali yang berada di belakang area permukiman sebagai sumber utama pemadaman. Berkat dukungan sumber air yang memadai, petugas berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar satu jam.

Kecepatan penanganan tersebut membantu mengurangi risiko kebakaran semakin meluas ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi kejadian.

Kebakaran lima kontrakan di Jatinegara Jakarta Timur

Petugas Gulkarmat berusaha memadamkan api di kawasan Jatinegara,Jakarta Timur , Rabu (20/5/2026).

Warga Ikut Membantu Proses Pemadaman

Selain petugas pemadam kebakaran, warga sekitar juga ikut membantu proses penanganan kebakaran. Sejumlah warga terlihat membantu menarik selang air dan membawa tangga untuk memudahkan petugas menjangkau titik api.

Kondisi di lokasi sempat menegangkan karena beberapa bagian bangunan yang terbuat dari kayu roboh saat proses pemadaman berlangsung. Reruntuhan bangunan bahkan nyaris menimpa petugas yang sedang berusaha menjinakkan api.

Di tengah proses pemadaman, beberapa kali terdengar suara ledakan dari area kebakaran. Warga menduga ledakan tersebut berasal dari kabel listrik atau tabung gas yang ikut terbakar di dalam bangunan.

Situasi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati agar proses pemadaman tetap berjalan aman.

Dugaan Korsleting Listrik Jadi Penyebab Kebakaran

Salah satu saksi mata bernama Daniel mengungkapkan bahwa api pertama kali muncul dari sebuah kios percetakan di kawasan tersebut. Saat itu, ia baru tiba di lokasi ketika mendengar teriakan warga yang memberitahu adanya kebakaran.

Daniel kemudian melihat percikan api yang diduga berasal dari korsleting listrik. Dalam waktu singkat, api langsung membesar dan merembet ke bangunan lain yang berada berdekatan.

Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api cepat menyebar ke area sekitar. Kondisi permukiman yang padat juga meningkatkan risiko perambatan api menjadi lebih cepat.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab utama kebakaran.

Kebakaran Permukiman Masih Menjadi Ancaman di Jakarta

Peristiwa kebakaran di kawasan padat penduduk masih sering terjadi di wilayah Jakarta, terutama pada area permukiman dengan jarak bangunan yang saling berdekatan. Korsleting listrik juga menjadi salah satu faktor yang paling sering memicu kebakaran rumah maupun tempat usaha.

Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi instalasi listrik di rumah dan tempat usaha. Pemeriksaan kabel secara rutin dapat membantu mengurangi risiko hubungan arus pendek yang berpotensi memicu kebakaran.

Selain itu, warga juga perlu memastikan penggunaan tabung gas dan peralatan elektronik tetap aman agar tidak menimbulkan percikan api. Langkah pencegahan sederhana tersebut sangat penting untuk meminimalkan risiko kebakaran di lingkungan permukiman padat.

Dengan respons cepat petugas pemadam kebakaran dan bantuan warga sekitar, kebakaran di Jatinegara akhirnya berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa. Namun, kejadian ini tetap menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan di lingkungan tempat tinggal.