Gurita Purba – Selama ini, banyak orang menganggap dinosaurus sebagai predator paling kuat pada masa lampau. Namun, penelitian terbaru mengubah pandangan tersebut. Para ilmuwan kini menemukan bukti bahwa gurita purba berukuran raksasa kemungkinan memegang peran sebagai predator utama di lautan sekitar 100 juta tahun lalu.
Para peneliti mempublikasikan temuan ini dalam jurnal ilmiah pada April 2026. Mereka menganalisis fosil rahang gurita yang terawetkan dengan baik. Hasilnya, mereka menemukan struktur rahang yang sangat besar dan kuat. Temuan ini membuka perspektif baru tentang rantai makanan di laut purba.
Ukuran Besar dan Kekuatan Fisik Gurita Purba
Penelitian menunjukkan bahwa gurita purba memiliki ukuran jauh lebih besar dibandingkan spesies modern. Panjang tubuhnya mencapai sekitar 1,5 hingga 4,5 meter. Selain itu, panjang totalnya bisa mencapai 7 hingga 19 meter jika dihitung bersama tentakel.
Ukuran tersebut menjadikannya salah satu invertebrata terbesar yang pernah hidup di Bumi. Sebagai perbandingan, Gurita Pasifik Raksasa hanya memiliki rentang tentakel sekitar 5,5 meter.
Dengan ukuran tersebut, gurita purba mampu mendominasi lingkungan laut. Tentakel yang kuat membantu mereka mencengkeram mangsa dengan erat. Rahang yang kokoh memungkinkan mereka menghancurkan cangkang dan tulang dengan mudah.
Penelitian Ilmiah Mengubah Pandangan Lama
Selama beberapa dekade, ilmuwan percaya bahwa predator laut terbesar berasal dari kelompok vertebrata. Mereka menempatkan ikan besar dan reptil laut sebagai penguasa lautan purba. Namun, penelitian terbaru membantah asumsi tersebut.
Tim peneliti dari Universitas Hokkaido meneliti fosil secara mendalam. Mereka menemukan bahwa gurita purba memiliki kemampuan berburu yang kompleks.
Selain itu, para peneliti melihat bahwa struktur rahang gurita mampu menghadapi mangsa berukuran besar. Temuan ini menunjukkan bahwa invertebrata juga dapat menjadi predator puncak.

Ilustrasi seniman yang menggambarkan gurita bersirip raksasa yang disebut Nanaimoteuthis. Hewan purba ini hidup 100 juta tahun lalu, dan panjangnya mencapai 19 meter.
Indikasi Kecerdasan dan Strategi Berburu
Peneliti juga menemukan pola keausan tidak merata pada rahang fosil. Temuan ini menunjukkan bahwa gurita purba kemungkinan menggunakan satu sisi rahang lebih dominan.
Pada hewan modern, pola seperti ini berkaitan dengan fungsi otak yang lebih kompleks. Oleh karena itu, ilmuwan menduga gurita purba memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi.
Gurita modern sudah menunjukkan kemampuan luar biasa. Mereka mampu memecahkan masalah dan merancang strategi berburu. Bahkan, beberapa pengamatan memperlihatkan gurita dapat melawan predator lain, termasuk hiu kecil.
Dengan kemampuan tersebut, gurita purba kemungkinan memiliki perilaku berburu yang lebih canggih. Mereka tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga strategi.