IGP 2026 – Indonesia kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan olahraga jetski bertaraf internasional melalui penyelenggaraan Indonesia International Jetsport Grand Prix (IGP) 2026. Kejuaraan ini di jadwalkan berlangsung pada 2-6 Desember 2026 di Jetski Academy Indonesia, Ancol, Jakarta, dan di proyeksikan menjadi salah satu ajang jetsport paling bergengsi di kawasan Asia Pasifik.
Turnamen yang di prakarsai oleh Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA) tersebut tidak hanya menjadi arena persaingan bagi atlet-atlet terbaik dunia, tetapi juga menjadi langkah strategis Indonesia dalam memperkuat reputasinya sebagai destinasi penyelenggara olahraga air internasional. Selain itu, kejuaraan ini di harapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor olahraga, pariwisata, hingga perekonomian nasional melalui konsep sport tourism.
IGP 2026 Hadir dengan Standar Kompetisi Internasional
Ketua Umum IJBA, Saiful Sutan Aswar, menegaskan bahwa Indonesia International Jetsport Grand Prix 2026 di rancang sebagai kompetisi dengan standar internasional yang sesungguhnya. Oleh karena itu, penyelenggara berupaya menghadirkan sistem pertandingan yang profesional agar para peserta dapat merasakan atmosfer kompetisi kelas dunia.
Menurutnya, ajang ini bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan sebuah kejuaraan yang mengedepankan kualitas penyelenggaraan, persaingan sehat, serta profesionalisme dalam setiap aspek pelaksanaan.
Untuk menambah daya tarik kompetisi, penyelenggara juga menyiapkan total hadiah lebih dari USD200 ribu, yang di perebutkan oleh atlet-atlet jetski terbaik dari berbagai negara. Besarnya hadiah tersebut sekaligus menjadi bukti keseriusan Indonesia dalam menghadirkan kejuaraan yang mampu menarik perhatian komunitas jetsport internasional.
Delapan Kelas Dipertandingkan untuk Berbagai Tingkatan Atlet
Pada penyelenggaraan IGP 2026, IJBA akan mempertandingkan delapan kategori yang di sesuaikan dengan perkembangan olahraga jetski di Indonesia maupun dunia. Seluruh kelas tersebut di rancang agar mampu mengakomodasi atlet profesional hingga pembalap yang masih berada pada tahap pembinaan.
Adapun kategori yang di pertandingkan meliputi:
- Pro Ski GP
- Pro Runabout GP
- Pro-Am Endurance Open
- Pro-Am Runabout 1100 Open
- Pro-Am Runabout 1100 Stock
- Pro-Am Runabout Stock
- Amateur Ski Stock
- Amateur Runabout Stock
Keberagaman kategori tersebut di harapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi peserta dari berbagai tingkat kemampuan untuk berkompetisi secara adil sesuai kelas masing-masing.
Kategori Amatir Jadi Wadah Regenerasi Atlet Nasional
Selain menghadirkan persaingan di level profesional, IJBA juga memberikan perhatian besar terhadap pembinaan atlet muda melalui kehadiran kelas amatir. Langkah ini di nilai penting sebagai proses regenerasi atlet jetski Indonesia agar memiliki pengalaman bertanding sebelum naik ke tingkat profesional.
Melalui kategori tersebut, para atlet muda dapat merasakan atmosfer kompetisi internasional, sekaligus mengukur kemampuan mereka saat menghadapi pembalap dari berbagai negara. Dengan demikian, proses pembinaan tidak hanya berlangsung melalui latihan, tetapi juga melalui pengalaman bertanding secara langsung.
Sementara itu, dari sisi regulasi pertandingan, penyelenggara memastikan tidak ada perubahan signifikan. Sistem perlombaan tetap menggunakan mekanisme pengumpulan poin yang telah di terapkan dalam berbagai kompetisi jetski internasional sehingga para peserta dapat beradaptasi dengan mudah.
Sistem Kualifikasi Diterapkan untuk Menjaga Persaingan Tetap Kompetitif
Seluruh peserta nantinya di wajibkan mengikuti babak kualifikasi sebelum memasuki putaran utama. Tahapan tersebut di terapkan mengingat jumlah peserta yang di perkirakan sangat besar, sementara kuota pembalap di setiap kelas di batasi.
Pada sebagian besar kategori, hanya 20 peserta terbaik yang berhak tampil di babak utama. Sementara itu, khusus kelas GP, jumlah peserta di batasi maksimal 18 pembalap.
Penerapan sistem tersebut bertujuan menjaga kualitas kompetisi sekaligus memastikan bahwa setiap pembalap yang lolos benar-benar memiliki performa terbaik.

Indonesia International Jetsport Grand Prix (IGP) 2026
Aero dan Aqsa Sutan Aswar Siap Membela Indonesia
Kejuaraan ini juga akan menjadi panggung bagi dua atlet jetski andalan Indonesia, Aero Sutan Aswar dan Aqsa Sutan Aswar. Kehadiran keduanya di harapkan mampu meningkatkan daya saing tuan rumah sekaligus menjadi motivasi bagi atlet muda Indonesia untuk terus berkembang di level internasional.
Partisipasi atlet nasional dalam ajang bergengsi seperti IGP 2026 menjadi peluang penting untuk mengasah kemampuan menghadapi lawan-lawan dari berbagai negara yang memiliki pengalaman bertanding lebih luas.
Menjadi Fondasi Indonesia Jetsport World Series 2027
Lebih dari sekadar kejuaraan tahunan, Indonesia International Jetsport Grand Prix 2026 juga di persiapkan sebagai fondasi menuju pelaksanaan Indonesia Jetsport World Series (IJWS) 2027.
Sebelumnya, Indonesia di jadwalkan menjadi tuan rumah Indonesia International Jetsport World Series 2026 pada awal Agustus. Namun, setelah melalui pembahasan bersama antara Presiden International Jet Sports Boating Association (IJSBA), Scott Frazier, dan Presiden IJBA, Saiful Aswar, di sepakati perubahan nama sekaligus penyesuaian jadwal penyelenggaraan.
Keputusan tersebut di ambil untuk menyelaraskan agenda dengan kalender kompetisi jetsport internasional sehingga tidak berbenturan dengan berbagai kejuaraan dunia lain. Selain itu, perubahan jadwal juga memberikan kesempatan lebih besar bagi atlet maupun tim internasional untuk berpartisipasi di Jakarta.
Ke depan, IGP di harapkan berkembang menjadi salah satu seri utama dalam kalender resmi Indonesia Jetsport World Series yang mulai bergulir pada 2027.
Ratusan Peserta dari Lebih 40 Negara Siap Meramaikan Jakarta
Antusiasme komunitas jetsport dunia terhadap penyelenggaraan IGP 2026 terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, jumlah pendaftar telah mencapai ratusan peserta dari lebih dari 40 negara. Dan angka tersebut masih berpotensi bertambah menjelang pelaksanaan kejuaraan.
Beberapa negara yang telah menunjukkan minat mengikuti kompetisi ini berasal dari kawasan Australia, Selandia Baru, Asia, hingga Eropa. Kehadiran peserta internasional dalam jumlah besar di perkirakan akan meningkatkan kualitas persaingan. Sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga air bertaraf dunia.
Sport Tourism Diharapkan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Selain mengejar prestasi olahraga, penyelenggaraan Indonesia International Jetsport Grand Prix 2026 juga memiliki tujuan yang lebih luas. Yakni memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui sektor sport tourism.
Kedatangan atlet, ofisial, tim pendukung, serta wisatawan mancanegara di perkirakan akan meningkatkan aktivitas di berbagai sektor. Mulai dari perhotelan, restoran, transportasi, destinasi wisata, hingga pelaku UMKM lokal.
Dengan dampak tersebut, penyelenggaraan IGP 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga internasional. Tetapi juga momentum untuk memperkenalkan potensi pariwisata Indonesia kepada dunia. Melalui kolaborasi antara olahraga dan industri wisata, kejuaraan ini di harapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan. Sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi utama penyelenggara event jetsport internasional.