Kebakaran TPA Galuga membuat Pemerintah Kota Bogor menyiapkan langkah sementara untuk menjaga layanan pengangkutan sampah tetap berjalan pada Selasa (8/9/2026). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor akan menampung sementara sampah yang telah petugas angkut sembari menunggu kondisi tempat pemrosesan akhir tersebut kembali kondusif.

Kebakaran melanda kawasan TPA Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada Senin (7/9/2026) malam. Situasi tersebut kemudian memengaruhi aktivitas penerimaan sampah dari Kota maupun Kabupaten Bogor.

Meski TPA Galuga menghentikan pelayanan untuk sementara, DLH Kota Bogor tidak menghentikan aktivitas pengangkutan dari wilayah kota. Petugas tetap menjalankan pelayanan agar sampah tidak langsung menumpuk di titik-titik pengumpulan.

Kepala DLH Kota Bogor Rudy Mashudi menjelaskan bahwa pihaknya memilih skema pengendapan atau penampungan sementara sebagai langkah menghadapi kondisi darurat tersebut. DLH akan menahan truk yang sudah membawa muatan sampah di sejumlah lokasi sampai TPA Galuga dapat menerima kiriman kembali.

DLH Kota Bogor Tetap Jalankan Pengangkutan Sampah

Gangguan operasional TPA Galuga membuat Pemkot Bogor perlu menyesuaikan alur penanganan sampah. Namun, penyesuaian itu tidak membuat unit pengangkutan menghentikan pekerjaannya.

Petugas DLH tetap mengambil sampah melalui sistem pelayanan yang berjalan. Setelah truk mencapai kapasitas muatan, petugas akan mengarahkan kendaraan menuju lokasi penampungan sementara yang telah tersedia.

Dengan cara tersebut, Pemkot Bogor dapat mempertahankan aktivitas pengangkutan sambil menunggu perkembangan penanganan kebakaran di Galuga. Kebijakan sementara ini juga membuat DLH perlu menyediakan ruang yang mampu menampung kendaraan beserta muatannya.

Rudy menyebut Kantor DLH Kota Bogor sebagai salah satu tempat yang dapat menjadi lokasi parkir truk sampah. Selain itu, jajarannya telah mengidentifikasi beberapa titik lain yang memiliki kapasitas untuk menampung kendaraan pengangkut.

DLH akan menggunakan titik-titik tersebut sesuai kebutuhan selama kondisi darurat berlangsung. Rudy juga meminta dukungan masyarakat agar pemerintah dapat menangani dampak gangguan di TPA Galuga.

Kebakaran TPA Galuga

Kebakaran di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meluas hingga ke gunungan sampah pada Selasa (8/9/2026) dini hari. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor mengerahkan lebih dari 100 personel untuk memadamkan api.

Kebakaran Ganggu Aktivitas TPA Galuga

TPA Galuga menjadi lokasi yang terdampak langsung akibat kebakaran pada Senin malam. Situasi di kawasan tersebut membutuhkan ruang gerak yang memadai bagi petugas pemadam untuk menangani titik api.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil keputusan untuk menghentikan sementara pelayanan TPA pada 8 September 2026. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa penghentian pelayanan berlangsung selama satu hari.

Keputusan tersebut berlaku bagi aktivitas pembuangan sampah menuju TPA Galuga. Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah itu agar tim pemadam dapat bekerja lebih optimal di kawasan terdampak kebakaran.

Rudy Susmanto juga menyampaikan permohonan pengertian kepada Pemerintah Kota Bogor dan masyarakat Kabupaten Bogor atas penghentian pelayanan tersebut. Pemerintah daerah memprioritaskan proses penanganan kebakaran sebelum kembali menjalankan aktivitas TPA seperti biasa.

Pemkot Bogor Siapkan Lokasi Penampungan Truk

Sementara Kabupaten Bogor berfokus menangani kebakaran, Pemkot Bogor mengatur penempatan armada yang telah mengangkut sampah dari berbagai wilayah kota.

DLH Kota Bogor memanfaatkan lokasi yang memungkinkan truk berhenti dan menunggu. Kantor DLH termasuk dalam daftar tempat yang dapat menampung sejumlah armada. Selain lokasi tersebut, pemerintah kota telah mencari beberapa area lain untuk mendukung kebutuhan serupa.

Skema ini menjadi solusi sementara karena armada tidak dapat langsung membawa muatannya ke TPA Galuga selama pelayanan berhenti. Setelah kondisi TPA memungkinkan dan pelayanan kembali berjalan, DLH dapat menyesuaikan kembali proses pengiriman sampah.

Dengan demikian, kebakaran TPA Galuga membuat dua pemerintah daerah menjalankan langkah berbeda sesuai kebutuhan masing-masing. Pemerintah Kabupaten Bogor memusatkan perhatian pada akses dan penanganan kebakaran di kawasan TPA. Sementara itu, Pemerintah Kota Bogor mempertahankan pelayanan pengangkutan dengan menyiapkan tempat penampungan sementara bagi armada yang telah membawa sampah.

Pemkot Bogor berharap kondisi darurat tersebut dapat segera terkendali sehingga aktivitas pengelolaan sampah menuju TPA Galuga kembali berjalan.