Timnas Mesir – resmi mengajukan protes kepada FIFA setelah tersingkir dari babak 16 besar Piala Dunia 2026. Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) menilai terdapat sejumlah keputusan wasit yang kontroversial saat menghadapi Argentina, sehingga di nilai berpengaruh terhadap hasil akhir pertandingan. Protes tersebut terutama di tujukan pada kepemimpinan wasit serta penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang di anggap tidak berjalan secara konsisten.

Kekalahan tipis 2-3 dari Argentina menjadi akhir perjalanan The Pharaohs di turnamen dunia tahun ini. Meski memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan, kubu Mesir merasa beberapa keputusan penting di lapangan telah merugikan tim dan memengaruhi jalannya laga.

Mesir Tersingkir Setelah Laga Dramatis Melawan Argentina

Pertandingan babak 16 besar yang berlangsung di Seattle Stadium pada Selasa (8/7/2026) menghadirkan duel dengan tempo tinggi sejak menit awal. Argentina akhirnya memastikan tiket ke perempat final setelah mengalahkan Mesir dengan skor 3-2 dalam pertandingan yang berlangsung sengit hingga peluit panjang di bunyikan.

Selama laga berlangsung, kedua tim saling melancarkan serangan berbahaya. Timnas Mesir yang di perkuat Mohamed Salah beberapa kali mampu mengimbangi permainan Argentina. Namun, sejumlah keputusan wasit menjadi sorotan karena di anggap memengaruhi momentum pertandingan.

Kekalahan tersebut tidak hanya menyisakan kekecewaan bagi para pemain, tetapi juga memunculkan perdebatan mengenai kualitas kepemimpinan pertandingan, khususnya terkait keputusan-keputusan penting yang melibatkan VAR.

Sejumlah Keputusan Wasit Jadi Sorotan

Salah satu insiden yang paling banyak di bahas adalah di anulirnya gol pemain Mesir, Mostafa Ziko, setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran terhadap bek Argentina, Lisandro Martinez. Keputusan tersebut memicu protes dari kubu Mesir karena mereka menilai kontak yang terjadi tidak cukup kuat untuk membatalkan gol.

Kontroversi lain muncul saat Argentina mencetak gol penentu kemenangan. Dalam proses terciptanya gol tersebut, kubu Mesir menganggap Mohamed Salah lebih dahulu di jatuhkan oleh pemain lawan. Meski demikian, wasit tetap mengesahkan gol setelah pertandingan di lanjutkan tanpa pelanggaran.

Dua keputusan tersebut menjadi fokus utama keberatan yang di ajukan Mesir kepada FIFA. Menurut mereka, momen-momen krusial itu memiliki dampak langsung terhadap hasil akhir pertandingan.

Pemain Timnas Mesir memprotes keputusan wasit saat menghadapi Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

wasit francois letexier,argentina vs mesir,piala dunia 2026,juara bola dunia 2026,timnas argentina,timnas mesir,kartu merah

Pelatih dan Pemain Mesir Ungkap Kekecewaan

Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hussen, secara terbuka mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kepemimpinan wasit. Ia menilai beberapa keputusan yang di ambil selama pertandingan lebih menguntungkan Argentina di bandingkan timnya.

Nada serupa juga di sampaikan oleh winger Mesir, Mostafa Ziko. Seusai pertandingan, ia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Mesir karena gagal membawa tim melaju ke babak berikutnya.

Menurut Ziko, para pemain telah berjuang maksimal sepanjang pertandingan. Namun, ia merasa beberapa keputusan wasit menjadi faktor yang membuat Mesir gagal mempertahankan peluang untuk lolos ke perempat final.

Pernyataan tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan dari publik sepak bola, terutama di media sosial, yang ikut memperdebatkan keputusan-keputusan kontroversial sepanjang pertandingan.

EFA Resmi Ajukan Keluhan kepada FIFA

Tidak lama setelah pertandingan selesai, Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) mengumumkan telah mengirimkan surat protes resmi kepada FIFA. Dalam pernyataan resminya, EFA menyampaikan bahwa terdapat sejumlah insiden penting yang menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi penerapan aturan pertandingan.

EFA menegaskan bahwa keberatan mereka bukan hanya berkaitan dengan satu keputusan, melainkan rangkaian insiden yang di nilai memengaruhi keseimbangan pertandingan. Organisasi tersebut berharap FIFA dapat melakukan evaluasi terhadap proses pengambilan keputusan wasit maupun penggunaan VAR.

Selain itu, EFA menyebut berbagai analis dan pengamat sepak bola, baik dari dalam maupun luar negeri, juga memberikan perhatian terhadap sejumlah keputusan kontroversial yang terjadi sepanjang pertandingan.

Kontroversi VAR Kembali Jadi Perdebatan

Insiden dalam laga Argentina kontra Mesir kembali memunculkan diskusi mengenai efektivitas penggunaan VAR di kompetisi level tertinggi. Teknologi tersebut memang di rancang untuk membantu wasit mengambil keputusan yang lebih akurat, tetapi penerapannya masih kerap memunculkan perbedaan interpretasi.

Bagi kubu Mesir, keputusan yang di hasilkan melalui VAR justru menimbulkan ketidakpuasan karena di anggap tidak memberikan keadilan dalam beberapa situasi krusial. Sementara itu, hingga saat ini FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait protes yang di ajukan EFA.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Argentina tetap melanjutkan langkahnya ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Di sisi lain, Mesir harus mengakhiri perjuangannya dengan menyisakan berbagai pertanyaan mengenai keputusan-keputusan yang terjadi sepanjang pertandingan. Dengan protes resmi yang telah di ajukan, perhatian kini tertuju pada kemungkinan adanya evaluasi dari FIFA terhadap kepemimpinan wasit dan implementasi VAR pada laga tersebut.