Tips Mengolah Sop Kambing agar empuk dan tidak bau prengus perlu dimulai sejak memilih daging hingga menentukan urutan bahan yang masuk ke dalam kuah. Teknik yang tepat dapat membantu menghasilkan daging bertekstur lembut sekaligus menjaga aroma masakan tetap menggugah selera.
Executive Chef Yoelianto dari THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa membagikan beberapa langkah yang ia terapkan ketika membuat Sop Kambing. Ia menyampaikan tips tersebut dalam acara kuliner A Bowl of Indonesia di Dwangsa9 Indonesian Restaurant, THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026).
Acara tersebut menyajikan 10 jenis sup dan soto khas dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu hidangan yang hadir yaitu Sop Kambing racikan Chef Yoel.
Sop Kambing tersebut memiliki karakter kuah gurih dan cukup pekat. Sementara itu, tekstur dagingnya terasa empuk tanpa meninggalkan aroma kambing yang terlalu kuat.
Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan ketika memasak Sop Kambing? Berikut lima tips dari Chef Yoel.
1. Utamakan Kambing Muda atau Daging Domba
Pemilihan bahan menjadi langkah awal yang menentukan hasil akhir Sop Kambing. Chef Yoel menyarankan penggunaan kambing muda karena faktor usia berpengaruh terhadap tekstur daging setelah proses memasak.
Selain kambing muda, ia lebih memilih daging domba sebagai bahan Sop Kambing. Menurut Chef Yoel, domba memiliki karakter yang lebih juicy dan mengandung lebih banyak lemak sehingga daging tidak mudah terasa kering.
Kandungan lemak tersebut membantu mempertahankan kelembutan daging selama proses memasak. Karena itu, memilih jenis dan usia daging perlu mendapat perhatian sebelum mulai mengolah bahan lainnya.
2. Tunggu Air Benar-benar Mendidih Sebelum Memasukkan Daging
Setelah menentukan daging, tahap berikutnya berkaitan dengan teknik perebusan. Chef Yoel tidak menyarankan memasukkan daging kambing ketika air masih belum mendidih.
Sebaliknya, tunggu hingga air mencapai kondisi mendidih terlebih dahulu. Setelah itu, masukkan potongan daging ke dalam panci.
Chef Yoel menerapkan langkah tersebut untuk membantu mengurangi aroma prengus yang biasanya muncul dari daging kambing. Dengan demikian, waktu memasukkan daging menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengolahan.
3. Ganti Air Setelah Perebusan Pertama
Jangan langsung menggunakan air dari perebusan pertama sebagai kuah Sop Kambing. Ketika daging menjalani proses perebusan awal, kotoran dari daging akan keluar dan bercampur dengan air.
Chef Yoel menyarankan untuk membuang air tersebut. Selanjutnya, isi kembali panci menggunakan air baru dan lanjutkan proses memasak daging.
Apabila aroma khas kambing masih terasa kuat, proses perebusan awal bisa dilakukan kembali. Langkah ini membantu menyiapkan daging sebelum masuk ke tahapan pengolahan bersama bumbu dan bahan lainnya.

ilustrasi sop kambing susu.
4. Manfaatkan Rempah untuk Menekan Aroma Kambing
Teknik perebusan bukan satu-satunya hal yang berperan dalam mengurangi aroma prengus. Berbagai jenis rempah juga dapat membantu memberikan aroma yang lebih menyenangkan pada hidangan.
Chef Yoel menggunakan sejumlah rempah seperti serai, daun jeruk, daun salam, dan jahe. Bahan-bahan tersebut membantu menyeimbangkan aroma khas kambing sekaligus memperkaya aroma Sop Kambing.
Penggunaan rempah juga menjadi bagian penting dari karakter kuah yang kaya rasa. Oleh sebab itu, pemilihan rempah perlu berjalan seiring dengan teknik pengolahan daging yang tepat.
5. Tambahkan Bumbu Saat Daging Mendekati Matang
Urutan memasukkan bahan turut memengaruhi proses pembuatan Sop Kambing. Chef Yoel tidak memasukkan seluruh bumbu sejak awal perebusan.
Ia menambahkan bumbu ketika kondisi daging sudah hampir matang. Selanjutnya, santan masuk ke dalam masakan dan proses memasak berlanjut agar kuah serta bumbu menyatu.
Untuk Sop Kambing racikannya, Chef Yoel menggunakan susu segar sebagai bahan terakhir. Tambahan susu tersebut membantu memberikan karakter creamy pada kuah.
Dengan urutan tersebut, proses memasak berlangsung secara bertahap, mulai dari mengempukkan daging hingga membangun karakter kuah.
Kunci Membuat Sop Kambing yang Empuk dan Gurih
Menghasilkan Sop Kambing dengan daging empuk dan aroma yang tidak terlalu kuat membutuhkan perhatian pada beberapa tahap. Prosesnya sudah dimulai ketika memilih daging, bukan hanya saat menambahkan bumbu ke dalam panci.
Kambing muda atau daging domba dapat menjadi pilihan karena memiliki karakter yang sesuai untuk hidangan ini. Selanjutnya, pastikan air sudah mendidih sebelum daging masuk dan gunakan air baru setelah perebusan pertama.
Rempah seperti serai, daun jeruk, daun salam, dan jahe kemudian membantu mengurangi aroma khas kambing sekaligus memperkuat aroma masakan. Sementara itu, Chef Yoel menambahkan bumbu ketika daging hampir matang, lalu memasukkan santan dan mengakhiri proses dengan susu segar.
Dengan memperhatikan pemilihan bahan, teknik perebusan, penggunaan rempah, serta urutan memasukkan bumbu, Sop Kambing dapat memiliki tekstur daging yang lebih empuk dengan kuah gurih dan creamy.