Wisata Medis Korea Selatan mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025 setelah lebih dari dua juta warga asing memilih negara tersebut untuk memperoleh berbagai layanan kesehatan. Tren ini memperkuat posisi Negeri Ginseng sebagai destinasi yang tidak hanya menarik melalui budaya dan pariwisatanya, tetapi juga melalui kualitas layanan medis.
Berdasarkan laporan tahunan Institut Pengembangan Industri Kesehatan Korea (KHIDI), jumlah pasien asing yang mendapatkan layanan kesehatan di Korea Selatan mencapai sekitar 2,01 juta orang selama 2025. Mereka memanfaatkan beragam layanan, mulai dari pemeriksaan dan perawatan medis, layanan gigi, dermatologi, hingga prosedur bedah.
Jumlah tersebut meningkat 71,9 persen dibandingkan pencapaian pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan yang tinggi ini sekaligus menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat internasional terhadap fasilitas dan teknologi kesehatan Korea Selatan.
Pasien dari China dan Jepang Mendominasi
China memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan wisata medis Korea Selatan selama 2025. Sekitar 618.000 warga China tercatat memperoleh layanan kesehatan di negara tersebut. Angka itu setara dengan 30,8 persen dari keseluruhan pasien asing.
Jepang menyusul dengan jumlah sekitar 600.000 pasien. Sementara itu, Taiwan menyumbang sekitar 185.000 pasien dan Amerika Serikat mencatat sekitar 173.000 pasien.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa layanan medis Korea Selatan berhasil menarik masyarakat dari berbagai negara. Kedekatan geografis memang memberikan keuntungan bagi pasien dari kawasan Asia Timur. Namun, tingginya jumlah pasien dari Amerika Serikat juga menunjukkan jangkauan pasar wisata medis negara tersebut semakin luas.
Profesor Universitas Kyung Hee, Yoon Ji-hwan, menilai perkembangan tersebut berkaitan dengan meningkatnya pengakuan terhadap teknologi kesehatan Korea. Menurutnya, masyarakat internasional semakin memandang teknologi medis Korea sebagai layanan berkelas dunia.
Selain itu, rumah sakit dan klinik besar terus meningkatkan kenyamanan bagi pasien internasional. Mereka antara lain menyediakan sistem panduan dalam berbagai bahasa sehingga pasien asing lebih mudah memperoleh informasi dan menjalani perawatan.
Dermatologi Menjadi Layanan Favorit Pasien Asing
Di antara berbagai pilihan layanan kesehatan, dermatologi menjadi salah satu sektor yang paling banyak menarik pasien internasional. Industri kecantikan Korea yang telah dikenal secara global ikut memperkuat daya tarik layanan perawatan kulit di negara tersebut.
Pasien asal China mendominasi kategori dermatologi dengan jumlah sekitar 459.000 orang. Sementara itu, sekitar 399.000 warga Jepang menggunakan layanan serupa sepanjang periode tersebut.
Angka itu menunjukkan besarnya kontribusi dermatologi terhadap perkembangan wisata medis Korea Selatan. Banyak pasien asing memilih negara tersebut untuk mendapatkan layanan kesehatan kulit sekaligus memanfaatkan perjalanan mereka untuk berwisata.
Korea Selatan juga memiliki ekosistem industri kecantikan yang kuat. Perkembangan teknologi, tenaga profesional, fasilitas modern, serta popularitas tren kecantikan Korea membuat layanan dermatologi semakin dikenal masyarakat internasional.

Ilustrasi Korea Selatan.
Operasi Plastik Juga Banyak Menarik Pasien Internasional
Selain perawatan kulit, layanan bedah plastik memberikan kontribusi besar terhadap kedatangan pasien asing. Dalam kategori ini, wisatawan medis dari Jepang menempati posisi pertama.
Sekitar 97.000 pasien Jepang tercatat menjalani layanan bedah plastik di Korea Selatan. Adapun pasien asal China yang memanfaatkan layanan serupa mencapai sekitar 57.000 orang.
Popularitas bedah plastik Korea Selatan sebenarnya telah berkembang selama bertahun-tahun. Namun, peningkatan jumlah pasien internasional menunjukkan industri tersebut terus memperluas jangkauannya.
Kemudahan memperoleh informasi juga membantu pasien asing menentukan pilihan klinik maupun jenis perawatan. Di sisi lain, fasilitas yang menyediakan layanan multibahasa membuat proses konsultasi hingga perawatan menjadi lebih praktis bagi warga negara asing.
Pengeluaran Wisatawan Medis Tembus Ratusan Miliar Won
Pertumbuhan jumlah pasien internasional tidak hanya menguntungkan sektor kesehatan. Wisata medis Korea Selatan juga memberikan dampak ekonomi yang besar melalui pengeluaran para pengunjung selama berada di negara tersebut.
Data Organisasi Pariwisata Korea (KTO) menunjukkan wisatawan medis asing membelanjakan sekitar 213,08 miliar won hanya selama Juli 2025. Jika dikonversikan, nilainya mencapai sekitar Rp2,5 triliun.
Jumlah pengeluaran tersebut melonjak sekitar 66,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Bahkan, nilai transaksi wisatawan medis mampu bertahan di atas 200 miliar won setiap bulan selama lima bulan berturut-turut, yakni mulai Maret hingga Juli 2025.
Besarnya pengeluaran tersebut menunjukkan hubungan erat antara sektor kesehatan dan industri pariwisata. Pasien internasional tidak hanya membayar biaya konsultasi atau prosedur medis. Kehadiran mereka juga berpotensi mendorong transaksi di sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga aktivitas wisata.
Korea Selatan Memperkuat Posisi sebagai Destinasi Medical Tourism
Pencapaian lebih dari dua juta pasien asing sepanjang 2025 menandai perkembangan penting bagi industri medical tourism Korea Selatan. Negara tersebut mampu memadukan teknologi kesehatan, tenaga medis, fasilitas modern, dan layanan pendukung bagi pasien internasional.
Dermatologi dan bedah plastik memang menjadi dua layanan yang paling menonjol. Namun, keberadaan layanan medis umum, perawatan gigi, serta berbagai prosedur kesehatan lainnya membuat pilihan bagi pasien asing semakin beragam.
Selain kualitas medis, sistem pelayanan yang semakin ramah terhadap warga asing ikut memperkuat daya saing Korea Selatan. Dukungan bahasa dan kemudahan mendapatkan layanan menjadi faktor penting ketika pasien harus menjalani pengobatan jauh dari negara asal.
Dengan pertumbuhan pasien asing sebesar 71,9 persen dalam setahun, wisata medis Korea Selatan kini berkembang menjadi salah satu sektor yang berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap industri kesehatan sekaligus pariwisata. Tingginya jumlah pasien dari China, Jepang, Taiwan, hingga Amerika Serikat semakin menegaskan daya tarik Korea Selatan dalam persaingan medical tourism global.