Operasi Pencarian Di Selat Sunda masih berlanjut untuk menemukan delapan orang yang belum diketahui keberadaannya hingga Jumat (11/9/2026). Tujuh orang dalam kelompok tersebut merupakan jurnalis. Tim SAR gabungan kini menjalankan pencarian dengan menjangkau berbagai titik di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau.
Belum ada kepastian mengenai keadaan maupun lokasi seluruh anggota rombongan. Oleh sebab itu, petugas terus mengumpulkan petunjuk melalui pemeriksaan langsung di laut serta pengamatan dari udara.
BNPB turut mengikuti perkembangan tersebut. Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyatakan bahwa informasi mengenai kedelapan orang itu masih bergantung pada hasil operasi tim di lapangan.
Kondisi Perairan Menentukan Arah Operasi
Pencarian tidak hanya mengandalkan lokasi terakhir rombongan. Tim juga mempelajari kondisi perairan untuk menentukan kawasan berikutnya yang perlu mereka periksa.
Petugas memperhitungkan arus, gelombang, dan angin. Ketiga faktor tersebut menjadi pertimbangan ketika tim memperluas wilayah operasi.
Pada bagian selatan Gunung Anak Krakatau, jangkauan penyisiran mencapai kurang lebih 20 nautical mile apabila mengukurnya dari pusat aktivitas gunung api. Setelah memeriksa kawasan tersebut, tim mengembangkan operasi ke sisi lainnya.
Perairan di sebelah utara kemudian masuk dalam jangkauan petugas. Bahkan, pencarian berkembang sampai wilayah perairan Lampung.
Dengan strategi tersebut, tim dapat memeriksa kawasan yang lebih luas daripada hanya berkonsentrasi pada satu lokasi. Sampai Jumat, upaya itu masih berlangsung karena petugas belum mendapatkan petunjuk yang memastikan posisi rombongan.
Helikopter dan Drone Ikut Mendukung Pencarian
Luasnya wilayah Selat Sunda membuat pengamatan dari permukaan laut saja belum cukup. Karena itu, tim mengombinasikan penyisiran laut dengan pemantauan melalui udara.
Helikopter membantu memperbesar jangkauan visual petugas. Sementara itu, drone memungkinkan tim memeriksa beberapa lokasi sasaran dari sudut pandang udara.
Pulau Sertung menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian. Tim telah mengamati kawasan pulau tersebut, tetapi hasil pemantauan belum menunjukkan tanda keberadaan delapan orang yang mereka cari.
Petugas juga tidak dapat sembarangan memasuki setiap kawasan. Mereka harus memperhatikan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelum melakukan pemeriksaan langsung.
Pulau Sertung, misalnya, terletak sekitar tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api. Jarak tersebut membuat tim harus mempertimbangkan keamanan personel sebelum menentukan langkah pencarian di daratan pulau.

Tim SAR Gabungan sedang melakukan pencarian terhadap 5 Jurnalis dan 3 Awak kapal yang hilang kontak di perairan selat Sunda.
Jejak Informasi Terakhir Berasal dari Hari Senin
Delapan orang tersebut belum diketahui keberadaannya setelah melakukan perjalanan pada awal pekan.
Pada Senin (7/9/2026), kelompok itu meninggalkan kawasan Carita di Kabupaten Pandeglang untuk menuju wilayah Gunung Anak Krakatau. Mereka menggunakan Dermaga Pagedongan sebagai titik keberangkatan.
Perjalanan dimulai pada siang hari, tepatnya sekitar pukul 14.00 WIB.
Setelah perjalanan berlangsung sekitar 42 menit, informasi mengenai posisi mereka masih tersedia. Namun, hubungan dengan kelompok tersebut kemudian berhenti. Catatan waktu menunjukkan petugas tidak lagi dapat berkomunikasi dengan rombongan mulai sekitar pukul 15.04 WIB.
Sejak kondisi itu terjadi, keberadaan mereka menjadi sasaran operasi pencarian.
Dengan memisahkan informasi waktu dan lokasi tersebut, gambaran perjalanan tetap dapat tersampaikan tanpa menjadikan seluruh kronologi sebagai satu rangkaian panjang.
Benda Menyerupai Perlengkapan Keselamatan Ditemukan
Operasi di perairan menghasilkan satu temuan yang kini membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas menjumpai sebuah benda yang memiliki karakter visual seperti perlengkapan keselamatan. Pengamatan awal mengarah pada kemungkinan benda tersebut berupa pelampung atau jaket keselamatan.
Namun, tim belum memiliki bukti untuk menghubungkannya dengan delapan orang yang hilang.
Petugas masih melakukan identifikasi. Hasil pemeriksaan nantinya akan menentukan apakah benda tersebut mempunyai hubungan dengan operasi yang sedang berlangsung atau tidak.
Oleh sebab itu, tim belum menggunakan temuan tersebut untuk menarik kesimpulan mengenai keadaan rombongan.
Aktivitas Anak Krakatau Ikut Menjadi Perhatian
Operasi ini berlangsung di kawasan yang memiliki tantangan tambahan. Tim tidak hanya berhadapan dengan luasnya wilayah laut, tetapi juga harus memperhatikan kondisi Gunung Anak Krakatau.
BNPB pun menjalankan pemantauan terhadap aktivitas gunung api tersebut bersamaan dengan mengikuti perkembangan pencarian.
Pertimbangan keselamatan menjadi penting ketika petugas harus mendekati kawasan yang berada tidak jauh dari pusat aktivitas vulkanik. Tim harus menentukan langkah berdasarkan kondisi aktual sebelum mengirim personel menuju lokasi tertentu.
Sementara itu, pencarian terhadap delapan orang tetap berjalan. Petugas memanfaatkan penyisiran laut, helikopter, serta drone untuk memeriksa kawasan yang masuk dalam jangkauan operasi.
Hingga Jumat (11/9/2026), belum ada informasi yang memastikan keberadaan tujuh jurnalis dan satu orang lainnya tersebut. Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi, sedangkan BNPB bersama instansi terkait terus mengikuti setiap perkembangan yang berasal dari lapangan.